Tuduh Aksi Mahasiswa Tolak UU Ciptaker Disponsori, Menko Perekonomian Dipolisikan

Mahasiswa Mataram melaporkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ke Polda NTB. (Foto: Viva)

Mataram, Dekannews- Tudingan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa aksi buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Karya (Ciptaker) pada 6-8 September lalu ada yang mensponsori, berbuntut panjang. 

Mahasiswa Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (14/10/2020), melaporkan Ketua Umum Golkar itu ke Polda NTB. .

Saat melaporkan Airlangga, para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Mataram itu menyertakan beberapa bukti, antara lain berupa pernyataan Airlangga yang dimuat di sejumlah media dan kuitansi yang menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat melakukan gerakan menolak Omnibus Law UU Ciptaker karena mereka patungan, bukan karena ada yang mensponsori. 

Koordinator umum Cipayung Plus Kota Mataram,  Andreas P Waketi mengatakan, pernyataan Menko Airlangga itu merupakan bentuk penghinaan terhadap gerakan mahasiswa yang menolak Omnibus Law karena panggilan dari hati

"Menurut kami, apa yang telah diucapkan oleh Bapak Menko Airlangga Hartarto adalah bentuk penghinaan terhadap gerakan mahasiswa se-Tanah Air, khususnya gerakan mahasiswa aliansi kelompok Cipayung Plus Kota Mataram yang masih tumbuh subur dalam idealisme perjuangan," katanya.

Mahasiswa melaporkan Airlangga dengan tuduhan melanggar pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang memuat penyiaran berita atau pernyataan bohong yang dapat menimbulkan keonaran di tengah masyarakat. (man)