Tokoh-tokoh Ini Sebut Airlangga Hartato Cetek dan Tidak Kredibel

Airlangga Hartarto. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Sejumlah tokoh mengritik keras Menko Perekonomoan Airlangga Hartarto yang menuding Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang kembali akan diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (14/9/2020), menjadi penyebab kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kritik antara lain datang dari ekonom senior Rizal Ramli dan Aktivis Petisi '28 Haris Rusly Moti. Keduanya menyebut, Airlangga cetek dan tidak kredibel karena membuat pernyataan seperti itu.

"Bung Airlangga jangan su'udzon & cetek. Jangan asal kaitkan PSBB dengan jatuhnya bursa, karena: 1. Bursa saham AS juga drop banyak kok. 2. Asing sudah keluar karena isu dewan moneter ancam independensi BI. Sudah Rp4 T & Rp1 T/hari," kata Rizal Raml melalui akun Twitter-nya, @RamliRizal, seperti dikutip dekannews.com, Jumat (11/9/2020).

"Presiden @jokowi bertanggung jawab atas penempatan orang seperti @airlangga_hrt yang tidak kredibel yang hanya mikirin proyek, bisnis dan kursi kekuasaan yang membahayakan keselamatan rakyat. PECAT AIRLANGGA atau JOKOWI YANG DITUNTUT MUNDUR," tegas Haris Rusly Moti melalui akun Twitter-nya, @motizenchanel.

Untuk diketahui, Menko Perekonomian  Airlangga Hartarto pada Kamis (10/9/2020), menyoroti IHSG yang pada hari itu dibuka anjlok ke level 4.961.

Menurut ketua umum Golkar itu, penyebab kejatuhan IHSG adalah pengumuman keputusan PSBB Jakarta yang diperketat lagi oleh Gubernur Anies Baswedan.

"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian karena announcement (pengumuman) Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks (saham) tadi pagi sudah di bawah 5000," kata Airlangga dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan, keputusan memperketat  PSBB Jakarta ini berdampak langsung pada sentimen masyarakat, terutama di pasar keuangan.

"Kita harus melihat gas dan rem ini. Kalau digas atau rem mendadak itu tentu harus kita jaga confident publik, karena ekonomi tidak hanya fundamental, tapi juga sentimen, terutama untuk sektor capital market," jelasnya.

Pada Kamis pagi IHSG dibuka yerjun 2,99% atau 154,7 poin ke posisi 4.988,33. Indeks saham LQ45 juga melemah 5% ke posisi 863,12.

Selang 2 menit setelah pembukaan, IHSG kembali tertekan 3,16%, dan pada pukul 09.20 waktu JATS, IHSG masih tertekan dengan turun 3,6% atau  188 poin ke level 4.961.

Meski demikian, bukan hanya Airlangga yang mempermasalahkan kebijakan Anies untuk kembali menerapkan PSBB ketat mulai Senin, tapi juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Agus mengaku khawatir pelaksanaan PSBB ketat pada akhir kuartal III- 2020 dapat memberikan tekanan pada sektor manufaktur.

"(PSBB ketat) sedikit banyak akan mempengaruhi industri manufaktur. Apalagi kalau diikuti provinsi-provinsi lain. Tapi yang perlu disampaikan, bagi pemerintah kesehatan masyarakat suatu hal yang tidak bisa ditawar," ujarnya dalam Sesi Plenary Rapat Nasional Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Kamis (10/9/2020).

Agus mengakui, saat ini utilisasi sektor manufaktur telah berangsur pulih ke kisaran 53-54%, dan pemerintah menargetkan angka tersebut dapat terus meningkat dan menyentuh level 60% pada akhir 2020.

Namun demikian menurut data, utilisasi sektor manufaktur sebenarnya telah anjlok ke bawah posisi 50% per Mei 2020 dari posisi prapandemi yang berada di kisaran 60%.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menyatakan, pemberlakuan kembali PSBB ketat pada Senin perlu diterapkan dengan pendekatan khusus untuk memitigasi dampaknyanya agar penurunan perekonomian pada triwulan II-2020 tidak terulang di kuartal IV-2020, karena PSBB ketat menutup kembali sektor-sektor yang dibuka saat Jakarta memberlakukan PSBB Transisi.

Mahendra menegaskan, pemulihan pertumbuhan ekonomi penting pada semester II-2020 agar pertumbuhan ekonomi secara konsolidasi pada tahun ini tidak terlalu anjlok.

"Kita harus berupaya mencari langkah-langkah yang bisa mensinergikan keduanya (kesehatan dan ekonomi). Kita harus menjaga keseimbangan sebaik-baiknya," pungkas dia.

Sikap para Menteri ini menimbulkan keheranan Rizal, karena pekan lalu Presiden Jokowi justru meminta agar fokus untuk mengatasi Covid-19.

"Minggu yang lalu presiden @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya setelah 6 bulan JKW sadar. Anies ambil langkah tepat tapi Airlangga dan lain-lain hantam Anies. Jadi bertanya, JKW itu presiden bukan? Kok menteri-menterinya bisa menggergaji arahannya?" kritik ekonom itu melalui @RamliRizal. (rhm)