Tingkatkan Layanan Kapal Tradisional, PT SSA Terapkan Pemesanan Tiket Secara Online

Suasana di dermaga Pelabuhan Kaliadem. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Bagi Anda yang ingin berwisata ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Anda tak perlu lagi repot-repot membeli tiket kapal di Pabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, karena selain pelabuhan itu sedang direvitalisasi, calon penumpang di pelabuhan itu membludak hingga ribuan orang pada akhir pekan dan hari libur nasional.

"Kami menyediakan layanan tiket secara online ke semua pulau," ujar Manager Operasional PT Samudra Sumber Artha (SSA), Murthado, kepada wartawan di kantornya di kawasan Pelabuhan Kaliadem, Minggu (8/9/2019).

Sedikitnya ada tiga jenis layanan online yang disediakan perusahaan yang menjadi mitra dan bapak angkat para pemilik kapal tradisional di Pelabuhan Kaliadem, yakni melalui minimarket seperti Indomaret, melalui aplikasi Oke Pulau Seribu dan website kapaltradisional.com.

Aplikasi Oke Pulau Seribu dapat diunduh melalui Play Store.

"Layanan online ini diberikan selain untuk mencegah terjadinya antrean panjang di loket pelabuhan, juga untuk mengatasi maraknya calo," jelas Murthado.

Sejak sekitar tiga pekan lalu, bersamaan dengan disosialisasikannya layanan online ini, mitra PT SSA yang menyediakan perangkat layanan, yakni Depok Web, juga memasang perangkat pemesanan tiket secara offline di Pulau Kelapa, Pulau Harapan dan Pulau Pari.

"Rencananya perangkat ini juga akan dipasang di Pulau Pramuka dan Pulau Tidung," ujar teknisi Depok Web, Ramadhan.

Ia menjelaskan, perangkat offline itu untuk melayani warga pulau yang akan ke darat (Jakarta) dan wisatawan yang saat berangkat membeli tiket pergi, namun tidak membeli tiket pulang.

"Kita gunakan sistem offline karena jaringan provider di pulau tidak stabil," tegasnya.

Meski demikian Ramadhan mengakui, sistem offline itu terkoneksi dengan sistem online di Jakarta, sehingga begitu calon penumpang memesan tiket, datanya telah masuk di kantor pusat PT SSA.

Murthado menambahkan, dengan diterapkannya sistem ini diharapkan pengguna kapal tradisional akan puas.

"Ke depan, untuk peningkatan layanan, kapal-kapal tradisional yang jumlahnya sebanyak 38 unit, akan kita remajakan," tutupnya. (rhm)