Tidak Serius, Niat Gubernur Anies Jual Saham Bir

iluastrasi. [ist]

Jakarta, Dekannews – Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta masih bersikukuh dalam persoalan rencana penjualan saham PT Delta Jakarta Tbk. Pemprov DKI meminta persetujuan penjualan, DPRD DKI keukeuh tidak menyetujui rencana tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah menilai niat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak serius menjual saham Pemprov DKI Jakarta pada PT Delta Jakarta Tbk. “Bagaimana bisa dinilai serius jika dalam empat tahun kepemimpinannya dan bersurat sebanyak empat kali ke DPRD DKI tapi tidak satu suratpun yang berhasil. Secara etika politik dan komunikasi politik Anies gagal,” tegas Amir Hamzah kepada wartawan, Selasa (6/4/2021), di Jakarta.  

Ketidakseriusan Gubernur Anies, lanjut Amir, terlihat dari setiap surat permintaan persetujuan DPRD DKI untuk penjualan saham bir tidak disertai kajian akademis. “Hal ini berulang sampai empat kali selama empat tahun dan selalu ditolak DPRD DKI,” terang Amir.

Gubernur Anies Baswedan mengajukan permohonan persetujuan DPRD DKI untuk penjualan saham PT Delta Jakarta Tbk yang diajukan mulai 16 Mei 2018; 31 Januari 2019; 8 Mei 2020 dan 3 Maret 2021. Amir memperlihat salinan dokumen surat-surat tersebut.

Ketidakseriusan Gubernur Anies lainnya,  masih kata Amir, terdapat kesalahan redaksi pada keempat surat permohonan persetujuan tersebut, karena pada perihal surat itu tertulis “Permohonan Persetujuan Penjualan Saham PT Delta Jakarta Tbk”. “Gubernur Anies tidak cermat, tidak teliti dan tidak korektif atas surat-surat tersebut. Jadi seperti main-main saja,” kata Amir.

Kesalahan redaksional tersebut, menurut Amir, merupakan kesalahan yang sangat fatal. “PT Delta Jakarta Tbk merupakan perusahaan patungan.  Pemprov DKI memiliki saham sebanyak 26,25%. Mengacu redaksi yang diajukan Gubernur Anies, berarti ia ingin menjual seluruh saham milik PT Delta Jakarta Tbk. Gubernur Anies sama saja mengklaim saham milik orang dan ingin menjual semuanya. Mustinya, redaksi surat bagian perihal adalah Permohonan Persetujuan Penjualan Saham Pemprov DKI Jakarta pada PT Delta Jakarta Tbk,” katanya.  

Akibat tidak cermat, tidak teliti dan tidak korektif, menurut Amir, kelemahan tersebut ‘dimanfaatkan’ DPRD DKI Jakarta. Akhirnya yang ada hanya berpolemik narasi di media massa yang tidak membawa keberhasilan niat menjual saham bir yang dinilai tidak membawa kemaslahatan bagi warga Jakarta.

Ketidakseriusan Gubernur Anies juga menular ke beberapa fraksi yang ikut mendorong penjualan “saham PT Delta Jakarta Tbk” bahkan sampai menyarankan Gubernur Anies untuk menggunakan hak diskresi. “Bagaimana mau menilai fraksi pendukung Gubernur Anies ini serius karena mereka juga tidak serius mendorong Ketua DPRD DKI untuk melaksanakan sidang paripurna guna memutuskan menyetujui permohonan Gubernur DKI tersebut,” kata Amir lagi.

Mengacu pada perjalanan surat-surat tersebut selama empat tahun, belum lagi akhir-akhir ini berpolemik narasi di media massa dengan masa jabatan Anies sebagai Gubernur Jakarta hanya tinggal 18 bulan, warga Jakarta jangan berharap banyak rencana penjualan saham bir milik Pemprov DKI berhasil. “Semua tergantung keseriusan dan kelancaran komunikasi serta lobi politik yang dilakukan Gubernur Anies ke DPRD,” tandas Amir.

Untuk diketahui, PT Delta merupakan perusahaan yang telah go public dan tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pelepasan saham DKI pada PT Delta harus dikoordinasikan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BEI.

PT Delta merupakan perusahaan yang memproduksi minuman dengan bermerek antara lain Anker Bir, Anker Stout, Anker Lychee, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen dan San Mig Light. (kir)