Tiap Hari Makan Kentang, Remaja di Inggris Mengalami Kebutaan

Kentang goreng. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Kentang merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi karena mengandung vitamin A, B-kompleks, C, hingga asam folat.

Kentang juga memiliki bangak manfaat,  seperti dapat nemperlancar pencernaan, membantu mengelola nutrisi menjadi energi, dan membantu mengurangi berat badan. 

Tapi tahukah Anda kalau di Inggris ada seorang pemuda yang kehilangan penglihatan gara-gara memakan kentang? 

Kok bisa ya? 

Seperti dikutip dari CNN, Kamis (5/9/2019), pemuda itu menjadi buta karena terlalu banyak mengonsumsi kentang, baik dalam bentuk keripik maupun kentang goreng selama bertahun-tahun. 

"Para peneliti dari Universitas Bristol mengkaji kasus ini dan telah memperingatkan bahaya dari menu makanan yang kurang sehat itu," lapor CNN. 

Kasus ini terungkap setelah remaja yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan bahwa selama bertahun-tahun setiap hari dia hanya makan kentang goreng yang dibeli dari sebuah restoran. 

Sejak masuk SD, menu yang dia konsumsi adalah keripik kentang, roti tawar, beberapa lembar ham olahan, dan sosis. Ia menghindari berbagai makanan dengan tekstur tertentu.

Pada usia 14 tahun, remaja itu mulai mengeluhkan kelelahan, dan memeriksakan diri ke dokte. Hasil pemeriksaan menunjukka, remaja itu memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan tinggi yang normal serta tidak ada tanda-tanda kekurangan gizi.

Namun terlepas dari normalnya kondisi fisik remaja tersebut, dokter menemukan pemuda itu memiliki anemia dan kekurangan vitamin B12 yang kemudian dicegah dengan suntikan obat vitamin B12 dan diberi saran diet.

Setahun setelahnya, remaja itu mengalami gejala kehilangan pendengaran dan penglihatan. 

Para dokter tidak dapat menemukan penyebabnya hingga pada usia 17 tahun remaja itu mengalami gejala kebutaan yang semakin parah.

Pihak Universitas Bristol menemukan remaja itu kekurangan jumlah vitamin B12, penurunan tingkat tembaga dan selenium serta vitamin D, peningkatan zat besi, dan penurunan kepadatan tulang.

Para peneliti dari Sekolah Kedokteran Bristol dan Rumah Sakit Mata Bristol yang meneliti kasus ini, menyimpulkan remaja tersebut mengalami neuropati optik gizi, yaitu disfungsi saraf penglihatan karena kekurangan nutrisi.

"Kasus ini menekankan pada dampak dari menu makanan terhadap kesehatan mata dan fisik, dan fakta asupan kalori dan BMI tidak menjadi indikator yang dapat diandalkan dari status nutrisi," ujar Denize Atan, penulis utama jurnal medis.

Penelitian menunjukkan kekurangan mineral menjadi penyebab kebutaan dalam kasus ini. 

Para peneliti menjelaskan, neuropati optik gizi bisa lebih banyak terjadi karena konsumsi makanan cepat saji serta menambahkan suplemen untuk menghindari kekurangan vitamin B12 bagi masyarakat yang menjalani diet vegan.

Mereka menyarankan kepada para dokter untuk menanyakan riwayat diet kepada pasien sebagai pengecekan medis rutin. (rhm)