Terbitkan IMB Pulau Reklamasi, Anies Dicap Bodoh, Munafik dan Pembohong

Anies Baswedan saat menyegel Pulau D pada Juni 2018. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sebagai orang bodoh,  munafik, dan pembohong.

Tudingan dilontarkan karena Anies dinilai tidak konsisten dengan kata-katanya dalam hal penerbitan IMB untuk bangunan-bangunan di pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. 

"Bodoh, Munafik,  Pembohong memang @aniesbawedan ini sekarang bermain kata-kata "tidak pernah mengatakan menolak reklamasi" katanya "tapi  menghentikan reklamasi".  Yuk cek janji kampanye dia. Terungkap Anies Munafik Akbar," kata politisi kelahiran Situbondo pada Maret 1978 itu seperti dikutip dari akun Twitter-nya, @GunRomli,  Senin (9/7/2019).

"Bukti @aniesbaswedan Munafik Akbar,  Anies 2017: Kenapa Anies-Sandi tegas menolak reklamasi Teluk Jakarta? I Anies 2019 (setelah memberikan IMB Reklamasi): Saya tidak pernah mengatakan menolak reklamasi,  tapi menghentikan reklamasi"I Sebarkan untuk membongkar kemunafikan @aniesbaswedan," kata Guntur Romli lagi.

Pada cuitan pertama dan kedua yang masing-masing diposting pada Senin (8/7/2019) pukul 17:21 WIB dan pada Senin (8/7/2019) pukul 17:29 WIB, disematkan screenshoot dari akun @aniesbaswedan,  IG: SuaraAnies dan cuplikan berita dari tirto.id.

Screenshoot @aniesbaswedan berisi cuitan begini: "Kenapa Anies-Sandi tegas menolak reklamasi Teluk Jakarta?  Ini soal keberpihakan, negara menimbun laut,  menambah daratan baru untuk siapa? "

Screenshoot IG: SuaraAnies berisi cuitan begini: "Kenapa Anies-Sandi tegas tolak reklamasi? youtu.be/vG18zSibtKB#DebatFinalPilkadaDKI".

Sementara screenshoot dari tirto.id seakan dijadikan Guntur Romli sebagai penguatan serangannya itu.  Begini konten screenshoot dari tirto.id: "Saya tidak pernah mengatakan menolak reklamasi. Saya selalu mengatakan menghentikan reklamasi".

Sejak kedua cuitan ini diposting hingga Selasa (9/7/2019) pukul 10:17 WIB,  postingan yang pertama telah diretweet  289 kali dan disukai 468 warganet.  Sedang cuitan kedua diretweet 1.112 kali, disukai 1.461 warganet dan dikomentari 429 orang.

Cuitan pendukung Presiden Jokowi dan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu membuat pendukung Anies yang nota bene juga merupakan pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, ngamuk. Mereka menyerbu akun Guntur Romli dan mengkritik serta mencelanya. 

"Inilah salah satu Caleg yang gagal gak kepilih tapi berusaha menjilat biar dapat posisi yang diinginkan," kritik @Sabdapandital.

"Gimana junjungan loe...?" tanya @AhmadAb99000035.

"Bodoh Munafik Pembohong itulah GUN ROMLAH," kata @BrataSe99075167.

"Lihat @GunRomli menunjukkan umpatannya dengan mengatakan bodoh, munafik dan pembohong. Sementara Gubernur @aniesbaswesan menunjukkan kelasnya sebagai orang berkelas dengan memberikan keterangan dan penjelasan yang baik dan benar," kata pengaca muda Achmad Supyadi melalui akun @adv_supyadi.

Gintur Romli tak sendirian. Serangan pendukung Anies ditanggapi oleh warganet pendukung Jokowi-Ahok yang lain. 

"Bahagia gubernurnya,  sengsara warganya," cemooh @Dinsamaza.

"Pakar akrobat kata-kata. Khas endemik gurun," hina @DenmasBejd0.

"Saking seringnya merangkai kata sampai lupa kalimat apa saja yang dirangkainya," kata @hansssolo.

Seperti diketahui, kebiajakan Anies melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menerbitkan lebih dari 1.000 IMB untuk bangunan di Pulau D, pulau yang dibangun PT Kapuk Naga Indah (KNI), menuai kritik karena dianggap tidak memiliki dasar yang kuat.

Kebijakan ini menjadi bumerang karena Anies pernah mengatakan bahwa proyek reklamasi ia hentikan,  namun dengan terbitnya IMB, KNI tak hanya dapat meneruskan pembangunan gedung dan perumahan yang terhenti di pulau itu karena disegel Pemprov DKI pada Juni 2018, namun juga membuat perusahaan itu dapat kembali mengkomersilkan bangunan-bangunan yang dibangunnya di pulau itu, sehingga Pulau D yang semula sepi dan mati, kini hidup seperti kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 yang berada di seberangnya.

Sebab, dengan terbitnya IMB, segel pada bangunan-bangunan itu dicabut. (man)