Telah Jadi Tersangka, Ustad Maheer Ditangkap Bareskrim Polri

Ustad Maheer (bertopi haji putih) saat dibawa ke Bareskrim Polri. (Foto: dtc)

Jakarta, Dekannews- Bareskrim Polri menangkap  Ustad Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata dengan tuduhan melakukan penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kebencian berbau SARA, dan telah pula menjadi tersangka.

Ustad pemilik akun Twitter  @ustadzmaaher_, itu ditangkap di rumahnya di kawasan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (3/12/2020) sekitar pukul 04:00 WIB, oleh petugas siber Bareskrim Polri.

"Memang benar tadi pagi jam 4 subuh tim Bareskrim Polri, Siber, telah melakukan penangkapan terhadap seseorang di daerah Bogor," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan.

Maaher ditangkap atas laporan Waluyo Wasis Nugroho ke Bareskrim Polri pada 27 November 2020 dengan sangkaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana diatur dalam pasal 45a ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Terpisah, Koordinator tim pengacara Maaher At-Thuwailibi, Djudju Purwantoro, menyesalkan penangkapan Maaher karena tanpa didahului panggilan pemeriksaan.

Maaher bahkan tidak memahami kasus apa yang membuatnya ditangkap.

"Cara-cara proses penangkapan seperti itu patut diduga melanggar prosedur yang diatur dalam KUHAP. Ustad Maaher juga tidak tertangkap tangan dalam suatu tindak pidana, belum pernah ada panggilan pemeriksaan pendahuluan, juga tidak memahami tentang kasus apa dia ditangkap. Hal itu Tidak sesuai dengan proses penyelidikan menurut Pasal 1 butir 2 KUHP, yaitu serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur UU," bebernya.

Meski demikian, Djudju membeberkan kalau kliennya ditangkap berdasarkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber, dan di situ telah disebut kalau Maheer telah menjadi tersangka.

Hingga kini Maheer masih menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. (rhm)