Tarik Rem Darurat, Anies Cabut PSBB Transisi dan Berlakukan Lagi PSBB Seperti di Awal Pandemi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria (foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, bukannya melandai, sejak Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada 5 Juni 2020, membuat Gubernur Anies Baswedan menarik rem darurat. 

Melalui konferensi pers yang disiarkan secara daring, Rabu (9/9/2020), dengan didampingi Wagub Ahmad Riza Patria, mantan Mendikbud itu mencabut PSBB Transisi dan kembali memberlakukan PSBB total seperti diberlakukan pada 10 April hingga 4 Juni 2020.

"Dalam rapat tadi sore disimpulkan, kita akan menarik rem darurat. Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan berskala besar seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagai mana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik," katanya. 

Anies mengakui tak punya banyak pilihan selain menarik rem darurat sesegera mungkin, karena dari data kematian, keterpakaian tempat tidur ruang isolasi dan keterpakaian ICU khusus Covid-19 menunjukkan bahwa kondisi wabah Covid-19 di Jakarta ada dalam kondisi darurat. 

Anies menegaskan, dengan diberlakukannya PSBB seperti pada awal pandemi, maka mulai Senin 14 September 2020, kembali hanya 11 sektor yang tetap boleh beroperasi, antara lain pangan dan kesehatan, sementara yang lain harua tutup dan pegawai serta karyawannya kembali bekerja dari rumah. 

Data per hari ini, Rabu (9/9/2020), menyebutkan, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI bertambah 1.026 orang menjadi 49.837 orang, dimana yang sembuh 37.245 orang dan yang meninggal 1.347 orang. 

Tambahan 1.026 kasua baru itu didapat dari tes PCR terhadap 7.923 orang, dimana 6.897 orang dinyatakan negatif Covid-19. (rhm)