Tampung Aspirasi Warga Terkait 23 Janji Anies, SGY Deklarasikan Mat Bagan

SGY deklarasikan Mat Bagan, Selasa (8/10/2019). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Aktivis Jakarta Sugiyanto, Selasa (8/10/2019), mendeklarasikan Mat Bagan (Maju Kotanya Bahagia Warganya) di Bakoel Koffie, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

"Organisasi ini merupakan wadah penampung aspirasi warga Jakarta, dimana aspirasi ini akan disampaikan kepada DPRD maupun gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," kata Sugiyanto saat mendeklarasikan Mat Bagan.

Ia menjelaskan bahwa saat kampanye Pilkada Jakarta 2017, Anies mengutarakan 23 janji dan menyampaikan visi misi akan memajukan Jakarta dan membuat warganya bahagia. Janji dan visi misi itu tentunya sangat diharapkan warga Jakarta untuk dipenuhi atau direalisasikan.

Karena itu, lanjut SGY,  Mat Bagan dideklarasikan untuk menjadi kontrol bagi pemerintahan Gubernur Anies Baswedan bahwa janji dan visi misi itu tidak diingkari.

"Karena masyarakat merupakan pihak yang berkenaan langsung dengan janji dan visi misi tersebut, maka kita bentuk wadah ini agar warga dapat menyampaikan aspirasi dan keluhannya, sehingga kita tahu janji mana yang telah ditepati, dan apa yang masih harus kita dorong agar janji-janji dan visi misi Anies terealisasi," imbuhnya.

Aktivis yang akrab disapa SGY itu mengakui, selama ini banyak warga yang sudah menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada walikota/bupati beserta jajarannya, namun tak sedikit pula warga yang belum sempat atau bahkan belum menyalurkan aspirasi dan keluhannya.

"Mat Bagan dideklarasikan untuk mempermudah warga dalam menyampaikan aspirasi dan keluhannya itu," tegas dia. 

Aspirasi dan keluhan warga dapat disampaikan melalui email matbaganjakarta@gmail.com, Facebook: Matbagan Majukotanya Bahagiawarganya,  Twitter: @MatbaganJ, Instagram: matbaganjakarta30062019, WhatsApp: 081219283422, dan dapat dikirimkan melalui surat ke kantor Mat Bagan Jalan Enim nomor 5 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Kita juga akan membuat website agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui website itu," imbuh SGY.

Dengan mengucapkan basmallah,  SGY lalu menyatakan bahwa dengan ini maka ia mendeklarasikan Mat Bagan sebagai wadah penampung aspirasi warga Jakarta.

Dari kiri ke kanan: moderator, Amir Hamzah, SGY, Rico Sinaga dan Rizal Kobar

Deklarasi Mat Bagan ini disambut baik oleh sejumlah aktivis yang menghadiri deklarasi, seperti Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho, Direktur Eksekutif INFRA Agus Chairudin, dan Direktur Eksekutif Jakarta Pubic Service (JPS) Syaiful Jihad, juga oleh aktivis yang tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang diselenggarakan dalam deklarasi, yakni Ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah, Ketua FKDM DKI Jakarta Rico Sinaga, dan Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal.

Amir mengatakan,  23 janji Anies sebenarnya dapat dilihat dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), karena janji-janji tersebut dituangkan di sana.

"Saat Pak Anies dilantik pada 17 Oktober 2017, dia mengatakan bahwa kepemimpinannya antara lain akan dilakukan secara kolaborasi. Artinya, akan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk masyarakat," katanya.

Selain hal tersebut, lanjut dia, dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat tambahan khusus yang menyebutkan adanya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Berdasarkan hal ini, maka kehadiran Mat Bagan sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat adalah tepat, karena merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pemerintahan," katanya.

Sementara Rico Sinaga mengatakan, dirinya mengapresiasi deklarasi Mat Bagan, karena deklarasi ini memiliki konsekwensi yang besar.

"Dengan mendirikan Mat Bagan, berarti SGY pasang badan untuk menerima dan menangkap aspirasi warga. Saya yakin setelah deklarasi ini diekspos media, ratusan, bahkan ribuan keluhan akan masuk ke Mat Bagan," katanya.

Seperti diketahui, saat kampanye Pilkada Jakarta 2017, Anies dan pasangan Cawagub-nya kala itu, Sandiaga Uno, memberikan 23 janji dan menyatakan memiliki visi misi "Maju Kotanya, Bahagia Warganya".

Sejauh ini telah ada beberapa janji yang dipenuhi dan dalam proses pemenuhan, seperti pembangunan Rumah DP 0 Rupiah, penyediaan sarana transportasi yang nyaman dan terintegrasi melalui Program Jak Lingko, penghentian proyek reklamasi, pembangunan stadion bagi Persija,  dan lain-lain.

Meski demikian Rizal Kobar mengatakan, pembangunan-pembangunan yang dilakukan Anies bukanlah sebuah prestasi karena dananya tersedia dari APBD.

"Anies baru dapat dianggap berprestasi kalau dia bisa membangun dengan anggaran yang tidak ada. Artinya, jalau saat ini APBD DKI mencapai hampir Rp100 triliun, namun dia bisa membangun dengan nilai mencapai Rp400 triliun atau lebih," tegasnya. (rhm)