Tambah Swiss, Sudah 23 Negara Masuk Jurang Resesi

Bendera Swiss. (Foto: FBW)

Jakarta, Dekannews- Jumlah negara yang jatuh ke jurang resesi kembali bertambah menjadi 23, karena pertumbuhan ekomomi Swiss pun mengalami kontraksi dalam dua kuartal berturut-turut. 

Seperti dilansir Trading Economics, Kamis (27/8/2020), pertumbuhan ekonomi negeri coklat itu terkontraksi menjadi -9,2% pada kuartal II-2020 (yoy), sementara pada kuartal I-2020 tercatat -0,7%.

"Dalam basis kuartalan (QtQ), ekonomi Swiss pada kuartal II -8,2%. Ini penurunan terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1980," kata media itu. 

Sama seperti negara-negara lain yang telah lebih dulu mengalami resesi, pertumbuhan ekonomi Swiss mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas perekonomian terganggu, sehingga konsumsi swasta jatuh ke -8,6% dan investasi perangkat lunak longsor ke -11,7%.

Belanja pemerintah juga melambat tajam 0,2%, sementara aktivitas ekspor impor dan produksi sektor menurun, sementara sektor manufaktur runtuh.

Seperti diketahui, secara umum, menurut definisi Julius Shiskin (1974), resesi diartikan sebagai  berkontraksinya PDB riil dalam dua kuartal berturut-turut. 

Sebelum Swiss, sudah ada 22 negara yang telah lebih dulu mengumumkan telah masuk jurang resesi, di antaranya Jepang, Korsel, Singapura, Inggris, Jerman, Polandia, dan Amerika Serikat (AS). (rhm)