Tagar #DennySiregarPenyebarHoax Duduki Puncak Trending Topics Twitter Indonesia

Trending topics Twitter Indonesia. (Sumber: Twitter)

Jakarta, Dekannews- Tagar #DennySiregarPenyebarHoax masih menduduki puncak trending topics Twitter Indonesia sepanjang Selasa (1/10/2019) sore hingga pukul 22:55 WIB, menyusul munculnya dugaan kalau chattingan di grup WhatsApp G30S STM ALLBASE dan ORIGINAL BOKEP COL.. diduga dibuat oleh anggota kepolisian yang menjadi anggota di grup tersebut.

Denny Siregar mendapat predikat Penyebar Hoax, karena dia diduga menjadi orang yang menginisiasi penyebaran tangkapan layar dari chattingan itu, sehingga chattingan yang diduga hasil rekayasa alias hoaks tersebut disebarkan pula oleh pemilik akun yang lain seperti pemilik akun @OneMurthada dan @yusuf_dumdum. Dua pemilik akun yang terakhir itu bahkan telah menghapus postingannya.

Informasi kalau Denny yang menginisiasi penyebaran chattingan tersebut disampaikan pemilik akun @R4jaPurwa. Bahkan pemilik akun ini pula yang meng-endors tagar #DennySiregarPenyebarHoax.

"Sebelum buzzer yang lain, WAG anak STM diinisiasi si Densi ini. Makanya lambungkan tagar ini!  #DennySiregarPenyebarHoax," katanya, Selasa (1/10/2019) pukul 12:34 WIB.

 

Hingga pukul 22:55 WIB tagar itu telah dicuitkan 40.700 kali.

Seperti diketahui, sejak Senin (30/9/2019) malam hingga Selasa (1/10/2019), publik dihebohkan oleh beredarnya tangkapan layar dari grup WhatsApp G30S STM ALLBASE dan ORIGINAL BOKEP COL..  yang berisi percakapan tentang pelajar Sekolah Tinggi Menengah (STM) yang mau berdemo di DPR karena dibayar, namun bayarannya tak diberikan, sehingga mereka terkatung-katung dan tak bisa pulang.

Tangkapan layar chatting dari grup WhatsApp STM itu diviralkan @dennysiregar7, @OneMurthada, dan @yusuf_dumdum yang pemilik akunnya diketahui merupakan pendukung militan Presiden Jokowi. Namun setelah warganet menelusuri nomor-nomor ponsel yang tertera pada WAG (WhatsApp group) itu dengan menggunakan aplikasi Truecaller, ketahuan kalau nomor-nomor itu diduga milik polisi, sehingga akun @R4jaPurwa meminta Polri menangkap ketiga pemilik akun tersebut.

Meski demikian Mabes Polri membantah kalau percakapan di grup WhatsApp STM yang disebarkan @dennysiregar7 dan kawan-kawan tersebut dibuat oleh polisi, dan mengancam pihak yang menuding polisi menyebar hoaks soal percakapan itu.


Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dia akan meminta Ditipidsiber Bareskrim Polri untuk melacak penyebar yang tanpa dasar tersebut. Ia berharap masyarakat tak ikut menyebarnya.

“Kita akan lacak dan profiling akun-akun tersebut,” kata dia kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dedi meminta agar pihak terkait tak sembarang menuding. Ada unsur pidana yang bisa mengancam.

Sebelum memposting chattingan dari Grup WhatsApp STM, Denny juga termasuk orang yang memviralkan cuitan @TMCPoldaMetro tentang lima ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang membawa batu dan bensin. Cuitan ini pun ternyata hoaks. (rhm)