Syarif: Angka APBD Perubahan DKI 2020 Moderat

Sidang paripurna DPRD DKI Jakarta. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Gubernur Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta, Senin (2/11/2020), menandatangani memorandum of understanding (MoU) Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA)  dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2020.

Dalam penandatanganan MoU yang dilakukan dalam sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, tersebut tidak disebutkan berapa angka dalam KUPA/PPAS Perubahan APBD 2020 tersebut, karena MoU ini merupakan formalitas bahwa KUPA/PPAS itu telah dibahas oleh Gubernur dan DPRD. 

Meski demikian anggota Fraksi PDIP DPRD Jakarta Syarif mengatakan, nilai KUPA/PPAS berada di kisaran Rp64 triliun. 

"Itu kesepakatan yang oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan DPRD hari Selasa (27/10/2020) lalu," katanya usai paripurna. 

Angka yang disebutkan Syarif ini lebih tinggi Rp17 triliun dari asumsi realisasi APBD 2020 yang pada Mei 2020 lalu dipredikai Pemprov DKI hanya mencapai sekitar Rp47,1 triliun dari Rp87,95 triliun pada APBD 2020 penetapan akibat dampak pandemi Covid-19.

Syarief mengatakan, angka Rp64 triliun tersebut bukan angka yang terlalu optimis, melainkan angka moderat. 

"Upaya untuk mencapai target ini antara lain dari pajak dan pinjaman," katanya. 

Syarief mengatakan, angka ini dapat bergeser dalam Rancangan APBD Perubahan 2020, tapi tidak dapat mengubah pagu anggaran maupun nomenklaturnya, sehingga kalau pun terjadi pergeseran, yang dapat dilakukan eksekutif adalah yang diistilahkan melakukan penebalan atau penipisan. 

Menurut informasi dari Bagian Persidangan Sekretariat DPRD menyebutkan, Gubernur Anies Baswedan akan menyampaikan pidato tentang RAPBD Perubahan 2020 dalam sidang paripurna pada Selasa (3/11/2020) besok. (rhm)