Sudin LH Jakut Gelar Uji Emisi di Kantor Walikota

Pelaksanaan uji emisi di kantor walikota Jakut. (Foto: Eko/Dekan)

Jakarta, Dekannews- Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (17/7/2019), melakukan uji emisi terhadap semua kendaraan yang berada di lingkungan kantor walikota, baik kendaraan dinas/operasional mapun kendaraan pribadi para tamu.

Uji emisi dilakukan untuk mengantisipasi pencemaran udara dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya udara bersih dan bebas polusi.

"Saya mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan uji emisi ini karena dapat mengurangi tingkat polusi di lingkungan kantor walikota Jakarta Utara dan menjaga agar udara di sini tetap bersih," kata Walikota Jakarta Utara Syamsudin Lologau saat membuka pelaksanaan uji emisi.

Ia mengaku telah menginstruksi seluruh pemakai kendaraan di kantornya untuk mengikuti uji emisi hari ini, tanpa kecuali.

Ia bahkan mengatakan, mulai Senin depan akan memberlakukan kebijakan bahwa hanya kendaraan yang telah lulus uji emisi saja yang diperbolehkan parkir di lingkungan kantor walikota Jakarta Utara.

Terkait kegiatan ini, Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Slamet Riyadi, menjelaskan, uji emisi ini dilaksanakan selama 2 hari dari jam 8:00 WIB sampai jam 15:00 WIB.

"Ini dilakukan agar pemakai kendaraan sadar dan sama-sama peduli untuk menjaga kantor walikota bebas dari Karbon monoksida (CO), karena tingkat polusi di Jakarta Utara sudah cukup tinggi. Mari sama-sama kita melakukan upaya agar tingkat polusi di Jakarta Utara turun pada tingkat yang wajar," tuturnya

Ia menegaskan, bagi kendaraan yang gagal lulu uji emisi disarankan agar segera diservis ke bengkel,  dan melakukan uji emisi kembali.

Standar bagi kendaraan yang lulus uji emisi adalah bila kadar CO pada gas buang kendaraan bahan bakar bensin di bawah 3 % dan solar di bawah 1,5 5%,“ jelasnya.

Hingga pukul 12:00 WIB jumlah kendaraan berbahan bakar bensin yang telah menjalani uji emisi sebanyak 90 unit, namun yang tidak lulus uji hanya sebanyak 4 unit.

Sedangkan kendaraan berbahan bakar solar yang diuji sebanyak 43 unit, namun yang tidak lulus uji 12 unit. (eko)