Stakeholder Harus Ikut Membangun Jakut

Tatap Muka - Walikota Jakarta Utara yang baru diantik Sigit Wijatmoko melaksanakan tatap muka di Kecamatan Tanjung Priok pada Selasa (10/9). [foto:eko/dekannews]

Jakarta, Dekannews - Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menghadiri acara Tatap Muka di Kantor Kecamatan Tanjung Priuk, Selasa (10/9). Dalam kegiatan ini hadir Dewan Kota, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, tokoh agama dan dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut Sigit mengatakan sangat bersyukur bisa bersilaturahmi dengan warga Tanjung Priok. "Mudah mudahan pertemuan ini bisa memberikan manfaat dan berkah buat kita semua yang hadir di sini," kata Sigit.
.
Kecamatan Tanjung Priok, aku Sigit, adalah kunjungan yang pertama setelah pelantikan 3 September lalu. "Pada kesempatan ini saya mohon ijin lapor diri dengan harapan bisa diterima oleh seluruh masyarakat Jakarta Utara khususnya Tanjung Priok," ujar pria yang sebelumnya menduduki Wakil Kepala Dishub DKI ini.

Ke depannya, lanjut Sigit, sangat berharap bantuan semua pihak agar dapat menjalankan tugas dan kewajibannya di Jakarta Utara. "Mari Kita sama - sama memastikan program dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Utara bermanfaat untuk semua masyarakatnya. Untuk itu Saya sangat berharap Dewan Kota, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dunia usaha mau berkolaborasi dan lebih produktif untuk kemajuan semua," pinta Sigit.

Sementara itu, menurut M.Sidik Dahlan, Ketua Dewan Kota Jakarta Utara mengatakan, Tanjung Priok merupakan potensi yang sangat luar biasa yang harus kita kawal seperti pembangunan Intermediate Threatment Facility (ITF) dan stadion bertaraf Internasional BMW yang akan segera dibangun kita wajib mengawal agar segera terwujud.

"Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan tempat perputaran ekonomi terbesar pembangunan ini harus juga mendukung kebijakan pemerintah dan membantu dengan CSR-nya untuk menjaga agar tingkat polusi di Jakarta Utara tidak tinggi  dan juga para pelaku industri seperti Astra, CMNP juga harus bertanggung jawab dan saling membantu dengan program CSR-nya karena ada 30% yang harus diberikan untuk kesejahteraan rakyat," tambah sidik 

Tidak ketinggalan pula, Camat Tanjung Priok Syamsul Huda menyampaikan permasalahan di Kecamatan Tanjung Priok adalah banyaknya sampah yang tidak terangkut dikarenakan kurangnya armada sampah. "Tidak hanya itu, kurangnya ASN di setiap kelurahan dengan tidak berimbangnya dengan jumlah penduduk, kemacetan di beberapa ruas jalan seperti Jalan Yos Sudarso dan Jalan RE Martadinata yang harus dibuatkan solusinya. Ditambah banyaknya peredaran narkoba di wilayah Tanjung Priok yang membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat," tutup Syamsul Huda. (Eko)