Soal Alfamart Tak Ber-IMB di Menteng Atas, Ketua Komisi B Minta Segera Diproses

Alfamart di Jalan Menteng Atas 3 yang diduga tidak memiliki IMB. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, meminta aparat terkait di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, agar memproses keberadaan Alfamart yang diduga tidak memiliki IMB di Jalan Menteng Atas 3, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi. 

Pasalnya, keberadaan tempat usaha tanpa izin membuat Pemprov DKI Jakarta kehilangan pemasukan dari sektor pajak dan retribusi yang seharusnya dihasilkan dari IMB tersebut. 

"Saya kira harus ditindaklanjuti segera olah aparat apabila memang tidak ada IMB. Harus segera diproses," kata Aziz melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/11/2020). 

Ia menegaskan, Alfamart itu harus diurus IMB-nya, atau didenda sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

"Saya ingatkan jangan sampai ada aparat yang bermain saat Pemprov DKI sedang membutuhkan dana pada masa pandemi Covid-19 ini," tegas anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta tersebut. 

Ketika ditanya apakah aparat yang bertugas melakukan pengawasan di tingkat kecamatan, seperti Satuan Pelaksana Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Satpel Sudin Citata) Kecamatan Setiabudi; dan Suku Dinas (Sudin) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Selatan sebagai pihak yang berwenang menerbitkan IMB non hunian perlu diperiksa Inspektorat Jakarta Selatan, karena bisa saja Alfamart itu bisa beroperasi akibat adanya main mata oknum di kedua instansi itu? 

"Bisa saja itu dilakukan kalau memang ada bukti-bukti yang mendukung," katanya. 

Aziz bahkan menyarankan agar masalah Alfamart tanpa IMB ini dilaporkan ke anggota DPRD DKI dari Dapil Jakarta Selatan agar dapat dicek. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Alfamart di Jalan Menteng Atas 3, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun telah beroperasi. 

Informasi yang dihimpun, Selasa (17/11/2020),  menyebutkan, pembangunan toko itu dilakukan pada Oktober 2020 lalu, dan saat pembangunan dilakukan, tidak terlihat ada plampang atau tulisan yang menunjukkan kalau pembangunan dilakukan karena telah punya IMB. 

Menurut warga setempat, selain diduga tanpa IMB, pembangunan toko Alfamart itu juga relatif sangat cepat, yakni tidak sampai satu bulan, sehingga dikhawatirkan konstruksinya tidak kuat dan dapat membahayakan konsumen. 

Saat dikonfirmasi, Lurah Menteng Atas, Zulkarnain mengatakan kalau saat ini ia masih mengikuti Diklat (pendidikan kilat) dan baru full aktif bekerja lagi pada 15 Desember 2020.

Meski demikian ia menjelaskan, sebelum dirinya mengikuti diklat, di lahan tempat dimana Alfamart itu berdiri, belum terlihat tanda-tanda akan dibangun. 

"Itu bangunnya kayak Sangkuriang," imbuh dia melalui pesan WhatsApp. 

Ia juga mengatakan, terkait IMB Alfamart tersebut, kewenangan ada di Satpel Sudin Citata Kecamatan Setiabudi. 

Hingga berita ini ditulis, Kepala Satpel Sudin Citata Kecamatan Setiabudi, Bambang, belum dapat dikonfirmasi karena saat dihubungi, telepon selularnya tidak diangkat, dan konfirmasi yang dikirim lewat WhatsApp-nya, belum direspon. 

Kepala PTSP Setiabudi, Kartiko, mengatakan bahwa kewenangan menerbitkan IMB non hunian ada di Sudin Citata Jakarta Selatan, namun seperti halnya Bambang, Kepala Sudin Citata Jaksel, Sukria, juga tidak merespon saat dihubungi via telepon dan saat dikonfirmasi via WhatsApp. 

Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi DKI tumbuh negatif, sehingga nilai APBD Perubahan 2020 ditetapkan anjlok 13,9% dari Rp87,95 triliun pada APBD 2020 Penetapan, menjadi Rp63,23 triliun. 

Dampak pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi ini membuat TKD PNS dipangkas 50% dan tunjangan transport dihilangkan. (rhm)