Sistem Gate JICT Down, Aktivitas Ekspor Impor di Tanjung Priok Terhenti

Adil Karim. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Kemacetan parah yang terjadi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan mengular hingga kawasan Cakung, Jakarta Timur, dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sejak Rabu (24/4/2019) sekitar pukul 23;00 WIB hingga Kamis (25/4/2019) pukul 11:30 WIB melumpuhkan aktifitas ekspor impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemacetan itu terjadi diduga akibat kerusakan pada system N-Gen di gate (pintu gerbang) Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal.Petikemas (TPK) Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga aktivitas bongkar muat di pelabuhan internasional itu terganggu, karena keluar masuknya truk melalui gate itu dialihkan ke sistem manual.

"Kita sesalkan kejadian ini, karena impact-nya sangat besar," kata Sekretaris Umum DPW Aliansi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim, usai acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah "Melalui Sosialisasi Peraturan Pemerintah ALFI/ILFA DKI Berharap Keberpihakan Pemerintah Pada Dunia Usaha" di Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019).

Ia menyebut, impact dimaksud adanya terganggunya aktivitas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga praktis sejak kemacetan terjadi pada Rabu menjelang tengah malam hingga Kamis siang, yang dapat dilakukan di pelabuhan itu hanya aktivitas bongkar muat, sementara aktivitas ekspor impor tak ada sama sekali.

"Soal berapa kerugian, kita susah menghitungnya, karena besar sekali," imbuhnya.

Adil menilai, meski JICT dikelola oleh asing (Hutchison Port Company), Dirut PT Pelindo II Elvyn G Masassya tetap harus bertanggung jawab karena rusaknya sistem pada gate itu diduga akibat maintenance yang tidak maksimal.

Ia bahkan meminta agar Elvyn turun ke lapangan untuk memeriksa semua gate di terminal petikemas di semua pelabuhan yang dikelola Pelindo II, agar masalah yang sama tak terulang di JICT atau terjadi di 11 pelabuhan lain yang dikelola Pelindo II, antara lain Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat, Pelabuhan Jambi, dan Pelabuhan Tanjung Pandan di Bangka Belitung.

"Elvyn jangan hanya duduk di belakang meja dan menerima laporan. Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi di Pelabuhan Tanjung Priok atau di pelabuhan lain yang dikelola Pelindo II," tegasnya.

Untuk diketahui, kemacetan akibat rusaknya sistem.N-Gen di gate JICT menimbulkan kemacetan yang luar biasa, sehingga busway jurusan PGC - Terminal Tanjung Priok pun sempat hanya beroperasi hingga Halte Sunter.

Tak hanya itu, kemacetan ini juga menjadi pemberitaan media asing karena mengular hingga Cakung dan Cempaka Putih yang berjarak belasan, bahkan puluhan kilometer dati Pelabuhan Tanjung Priok.

Kemacetan ini sangat parah karena bersamaan dengan rusaknya sistem pada gate JICT dan TPK Koja, volume pengeluaran kontainer dari New Priok Container Terminal (NPCT) juga sangat tinggi.

Corporate Secretary PT Pelindo II, Shanti, kepada media mengatakan, gangguan pada sistem di JICT mengakibatkan response performance system menjadi sangat lambat dan bahkan terjadi shut down pada Kamis dini hari.

"Dampaknya truk tidak bisa masuk ke terminal dan mengakibatkan macet di sebagian Jakarta Utara," katanya.

Wakil Direktur Utama JICT, Riza Erivan kepada  detikFinance, Kamis (25/4/2019), mengatakan, yang terjadi pada gate JICT dan TPK Koja bukan kerusakan, tapi karena upgradw system.

"Gate JICT dan Koja kita kan itu pakai sistem yang sama. Nah itu yang down semalam karena upgrade," katanya.

Ia menyebut, pintu otomatis tersebut bermasalah pada Rabu sekitar pukul 23:00 WIB. Sejak itu, masuknya truk ke JICT dilakukan secara manual.

"Kalau normal kan mereka cuma masuk aja dengan e-ticket. Nggak ada masalah. Sekarang kalau sistemnya down, mereka nggak bisa masuk karena pintunya nggak kebuka," jelas dia.

Reza mengaku, sejak tadi siang, pukul 11:30 WIB, pintu otomatis JICT-Koja sudah kembali normal. (rhm)