Sikapi Perhitungan Hasil Pilpres, Prabowo Kumpulkan Ahli IT dari Berbagai Universitas

Prabowo Subianto bersama tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) memberikan keterangan kepada wartawan di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/5/2019). (Foto: Kumparan)

Jakarta, Dekannews- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, akan melakukan workshop dengan mengumpulkan ahli Informasi dan Teknologi (IT) dari berbagai universitas.

Para ahli IT itu dikumpulkan untuk menanggapi perkembangan penghitungan hasil Pilpres 2019, khususnya menyangkut kesalahan input data hasil Pilpres di Sistem Informasi Perhitungan (Situng) KPU.

"Kami juga melakukan langkah-langkah untuk menanggapi perkembangan proses perhitungan. Kami juga akan melakukan workshop mengumpulkan ahli-ahli IT dari berbagai universitas. Kami akan mengkaji dan meneliti seilmiah mungkin," kata Prabowo saat konferensi pers di kediamannya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Ia mengatakan, pada saatnya pihaknya nanti akan melakukan ekspose paparan kepada umum pada hari yang tepat minggu depan.

"Kami mengimbau semua pihak untuk tetap sejuk, tenang, tidak emosional, tidak mengambil langkah di luar hukum, percaya bahwa kita lakukan semua tindakan yang tidak 'grusa grusu, tapi dengan kemenangan dan selalu memikirkan kepentingan yang terbaik," kata Prabowo.

Beberapa petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang hadir mendampingi Prabowo saat konferensi pers di antaranya Amien Rais, Djoko Santoso, Titiek Soeharto dan Rizal Ramli.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mencapai 554 orang, baik dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu maupun personel Polri.

Pada hari yang sama, Rabu, Prabowo juga berkunjung ke kantor DPP PKS dan bertemu dengan ahli statistik, Soegianto Soelistiono. Tujuannya untuk mencocokkan perhitungan C1.

Nama Soegianto Soelistiono ramai di dunia maya, setelahi dosen di Universitas Airlangga ini mengungkap adanya 57.000 lebih kesalahan input di SItung KPU melalui laman facebooknya, dan meminta KPU menghentiikan perhitungan tersebut, serta menutup Situng. Kesalahan input ini diungkap pada awal Mei 2019 lalu.

"Ini silaturahim saja. Ahli IT beri masukan ke tim IT kami. Tamu hadir Amien, Fuad Bawazier dengan pimpinan PKS ada Pak Sohibul, Pak Hidayat, Pak Sekjen. Mereka ingin minta info ke tim IT kami," kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf. (sumber: ROL)