SGY: Top! Program Mudik Gratis Anies Bantu Kurangi Angka Kecelakaan

SGY dan Anies Baswedan. (Foto: WAG)

Jakarta, Dekannews- Program Mudik Gratis Gubernur DKI Jakarta Anies Rayid Bawesdan layak diacungi jempol, karena selain merupakan bentuk pemenuhan janji kampanyenya saat Pilgub Jakarta 2017, program itu juga dapat menekan angka kecelakaan pada musim arus mudik dan arus balik Lebaran.

Hal itu disampaikan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, di Jakarta, Senin (10/6/2019).

“Pak Anies top markotop. Program Mudik Gratis, baik saat pemberangkatan ke kampung halaman maupun saat kembali ke Jakarta (arus balik), tanpa  kecelakaan alias ZERO ACCIDENT,” katanya.

Sugiyanto mengakui, persoalan yang paling ditakuti pemerintah setiap musim arus mudik dan arus balik Lebaran adalah tingginya angka kecelakaan. 

Karenanya, jelas dia, pemerintah cq semua pihak terkait, putar otak untuk dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan pemudik dengan sepeda motor. 

"Nah, mudik gratis ini salah satu solusinya. Jadi, Program Mudik Gratis ini tepat,” tegas aktivis yang akrab disapa SGY itu.

Pria berkacamata ini membeberkan, menurut kepolisian angka kecelakaan pada musim mudik tahun ini menurun signifikan, yaitu 64% dari 1.410 kasus pada 2018, menjadi 509 kasus pada 2019. 

"Penurunan ini tentu salah satunya adalah berkat partisipasi dan dukungan semua pihak, termasuk Program Mudik Gratis," imbuhnya.

Seperti diketahui, pada Program Mudik Gratis 2019 Pemprov DKI Jakarta,  sebanyak 17.427 warga menjadi peserta. Mereka diberangkatkan ke kampung halamannya di berbagai daerah di Pulau Jawa, dengan 594 unit bus dan 62 truk yang bertugas mengangkut sepeda motor milik para peserta tersebut.

Para pemudik itu diberangkatkan Gubernur Anies Baswedan dari Monas, Jakarta Pusat, pada 31 Mei 2019.

Sejak Sabtu (8/6/2019), para pemudik itu telah mulai kembali ke Jakarta, juga dengan bus yang disediakan Pemprov DKI.

Rilis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menyebut, pada Sabtu ada 9.657 pemudik yang kembali ke Jakarta. Mereka diangkut dengan 222 unit bus, sementara sepeda motor milik mereka diangkut dengan 26 truk.

Ke-9.657 pemudik tersebut berasal dari 10 kabupaten/kota, yakni Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Jombang,

SGY menyesalkan adanya tuduhan miring dari pihak tertentu atas program ini, namun menilai bahwa tuduhan itu dapat dianggap sebagak kritik yang membangun bagi Pemprov DKI agar ke depan lebih transparan dalam menanganinya.

Media yang memberitakan soal tuduhan tersebut mengabarkan, tuduhan yang bersumber dari warganet tersebut menyatakan bahwa ada korupsi dalam Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2019, karena dengan anggaran Rp14 miliar dan peserta sebanyak 17.427 orang, berarti biaya mudik per peserta sebesar Rp800.000an.

Biaya itu dinilai terlalu besar karena tarif PO Harapan Jaya jurusan Jakarta-Tulung Agung/Blitar kelas eksekutif dan full AC hanya Rp300-370 ribuan/orang, sementara di antara pemudik ada yang hanya bertujuan ke Ciamis, Tasikmalaya dan Kuningan yang jarak tempuhnya lebih dekat dari Tulung Agung/Blitar.

SGY menilai, penuduh itu tidak cermat dan tidak paham konsep Mudik Gratis Anies Baswesan, karena yang diperhitungkan hanya pemberangkatan (arus mudik). Padahal, program itu juga menyangkut pengangkutan pemudik saat kembali ke Jakarta (arus balik), dan penyediaan truk pengangkut sepeda motor milik peserta Mudik Gratis.

"Hehehe ... ora opo-opo. Itu kan kritik membangun agar  transparan. Ora usah baper nanggepi itu, tapi ya itu keleru. Warganet nggak tahu, itu anggaran untuk pergi pulang, juga biaya truk dan lainnya,” kata dia.

Seperti diketahui, saat kampanye Pilgub Jakarta 2017, Anies berjanji akan memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya. Dengan mudik gratis, warga Jakarta memang happy karena tak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk dapat bersilaturahmi dengan sanak keluarga di kampung halaman.

Meski demikian, Program Mudik Gratis hanya satu dari sekian program yang telah digulirkan Anies untuk membahagiakan warganya. (man)