Setneg Larang Formula E Diselenggarakan di Monas, Ini Kata Wakil Ketua DPRD

M Taufik. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta Gubernur Anies Baswedan dan panitia penyelenggara Lomba Formula E agar mepersiapkan sejumlah langkah, menyusul kebijakan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melarang penyelenggaraan event itu di Monas.

Taufik menyebut, selain menemui Menteri Sektetaris Negara (Mansesneg) Pratikno untuk membicarakan soal lomba itu, juga panitia di minta menyiapkan Plan A dan Plan B agar event itu tetap terlaksana.

"DKI butuh event-event internasional karena DKI tidak punya SDA (sumber daya alam) dan merupakan kota jasa," katanya kepada wartawan di kantor DPD Gerindra DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

Ia menambahkan, sebagai kota jasa, provinsi yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan ini harus punya persepsi sebagai provinsi yang aman, dan lomba Formula E merupakan salah satu cara untuk mendapatkan persepsi tersebut.

Sebab, kalau di Jakarta ada kegiatan berskala internasional seperti Formula E, maka dunia akan melihat kalau Jakarta merupakan provinsi sekaligus kota yang aman.

"Jadi, sebaiknya Gubernur menemui Mensesneg, dan jelaskan mengapa akan menyelenggarakan Formula E. Kemarin revitalisasi Monas juga ditolak, tapi setelah dijelaskan, bisa dilanjutkan," tegas dia.

Meski demikian Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini juga meminta agar panitia penyelenggara menyiapkan Plan A dan Plan B agar jika Mensesneg nanti tetap melarang Formula E diselenggarakan di Monas, panitia punya alternatif lain.

"Yang penting event itu harus tetap jalan!" tegasnya.

Sebelumnya, Kemensetnet dalam statusnya sebagai  Komisi Dewan Pengarah Kawasan Medan Merdeka sesuai Perpres Nomor 25 Tahun 1995, tidak memberikan izin kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar ajang balap Formula E di area Monas, Jakarta Pusat.

Sekretaris Sekretariat Negara Setya Utama mengatakan, izin acara itu hanya diberikan untuk di luar kawasan Monas.

"Dari hasil rapat Komrah, tidak setuju apabila dilaksanakan di dalam area Monas. Kalau di luar silakan, kalau di dalam tidak," ujar Setya usai rapat bersama Komisi Pengarah di gedung Kemensetneg, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Setya menjelaskan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan cagar budaya di kawasan Monas. Selain itu, ada kegiatan pengaspalan yang membuat gelaran Formula E tak memungkinkan digelar di kawasan tersebut.

"Di sana ada cagar budaya yang harus diperhatikan. Kan ada aturannya juga Monas itu bisa digunakan sebagai apa, dan tak boleh sebagai apa. Lihat itu dulu," katanya.

Seperti diketahui, tahun ini Pemprov DKI Jakarta akan menggelar ajang balapan Formula E dengan biaya mencapai Rp934 miliar. Event itu terselenggara karena sirkuit Jakarta E-Prix telah masuk dalam seri kejuaraan ABB Formula E Championship musim 2019/2020.

Kejuaraan balap season ke-6 dengan kendaraan elektrik single-seater ini akan diadakan di jantung Ibukota Indonesia, tepatnya di Monas, pada Juni 2020. (rhm)