Setelah Akun MS Kaban, Akun Twitter Din Syamsudin Pun Diduga Diretas

Akun Twitter Din Syamsudin yang diduga diretas. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Tindakan 154 tokoh nasional, aktivis dan akademisi mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) agaknya telah membuat pihak-pihak tertentu panik dan kepanasan. 

Pasalnya, satu demi satu akun deklarator gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia itu diretas. 

Setelah nomor WhatsApp dan akun Twitter MS Kaban, kini yang diretas akun deklarator yang juga presidium KAMI, Din Syamsudin. 

"Ternyata akun Pak Din @OpiniDin sejak kemarin dihack dan dikemdalikan orang lain sejak kemarin. Mention dari beliau tanggal 26 Juni. Mention setelah itu adalah mention orang yang mengambil alih akun tersebut," kata mantan komisaris PT Bukit Asam, Muhammad Said Didu melalui akun Twitter-nya, @msaid_didu, Selasa (18/8/2020) malam. 

Dari penelusuran Dekannews di akun Din, diketahui setelah cuitan terakhir Din pada 26 Juni, ada tujuh cuitan baru yang semuanya diposting pada Senin (17/8/2020). Cuitan-cuitan baru itu semuanya disertai sematan tujuh flayer bertuliskan KAMI yang di antaranya memiliki narasi begini: "Tidak ada titik kembali dan tidak ada titik menyerah! Kita harus bersatu menyuarakan aspirasi melawan kekuasaan. Demi menyelamatkan rakyat. Demi menyelamatkan Indonesia". 

Beginilah ketujuh cuitan baru tersebut:

"Tidak ada lagi namanya titik kembali dan kata menyerah dalam memperjuangkan nasib rakyat dan bangsa kita". 

"Pembahasan malam ini telah selesai kita lakukan untuk mempersiapkan esok hari. Perjuangan akan segera kita mulai untuk menyelamatkan Indonesia". 

"Besok beliau juga akan turut hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia". 

Cuitan ini disertai flayer bertulisan KAMI dan bergambar mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dengan narasi begini: "Bersama gerakan KAMI, mari hancurkan pemerintahan oligarki ini! Sudah saatnya rakyat mengambil alih!"

"Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia akan ada bagi rakuat yang telah lama tertindas oleh rezim zalim ini". 

"Mas Said Didu yang tadi juga mengikuti pembahasan terakhir juga akan menjadi deklarator kita". 

"Membalas @OpiniDin Bung Rocky juga akan turut hadir". 

"Tidak ada titik kembali dan kata menyerah untuk mencegah berlanjutnya kezaliman ini". 

Informasi Said Didu bahwa akun Twitter diretas, membuat publik meradang. Di antara mereka bahkan menilai kalau ketujuh cuitan yang terkesan biasa-biasa saja tersebut merupakan konten provokatif yang dapat membuat Din terjerat hukum. 

"Bangke emang gerombolan hack banci 😠," umpat @ONCOMBNDUNG. 

"Ini salah satunya yang mencurigakan bahwa sudah diambil alih, postingan ini provokatif, seakan-akan gerakan KAMI mau ambil alih pemerintahan," kata @demoSoCrazy seraya menyematkan tangkapan layar dari cuitan dengan narasi yang ini: "Mas Said Didu yang tadi juga mengikuti pembahasan terakhir juga akan menjadi deklarator kita". 

Cuitan yang discreenshoot tersebut disertai sematan flayer bertuliskan KAMI dan bergambar profil Said Didu dengan narasi begini: "AMBIL ALIH PEMERINTAHAN KE TANGAN RAKYAT! Cabut Rezim Zalim Jokowi!"

Meski demikian, ada pula yang tak percaya akun Din dihack. 

"Ah gak masuk akal dihack. Isi twitnya kok sebangun dengan ide orang2 KAMI, kelompok aksi manula, a.l promo untuk hadir tgl 18 Ag di Tugu Proklamasi. Sudah lah om, sudah pada sepuh dan kenyang jadi pejabat, sekarang cari aktifitas yang jelas bermanfaat untuk rakyat dan juga kesehatan," kata @CeciliaSuwanda1. (rhm)