Sepekan Tayang di Indonesia, Aladdin Raup Rp70,4 Miliar

Poster film Aladdin. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Anda pecinta dongeng, baik yang masih dalam bentuk buku maupun yang diangkat ke layar lebar?

Tentu, kisah-kisah itu sangat menarik untuk ditonton. Terlebih jika dikemas dengan teknologi canggih yang membuat setiap adegan, terutama adegan-adegan yang bersifat ajaib, diolah sedemikian rupa sehingga nampak ril alias sungguhan.

Hanya ada satu kata untuk adegan-adegan seperti itu; amazing.

Setelah sukses dengan Cinderella, Beauty and the Beast, Alice in Wonderland, dan The Jungle Book, Disney kembali me-remake film Aladdin yang pernah dibuat pada 1992 dalam versi film kartun. Lagu sountrack film itu yang berjudul 'A Whole New World' sempat merajai puncak tangga lagu di berbagai negara di dunia.

Aladdin versi baru yang dibintangi Will Smith sebagai Jin, Mena Massoud sebagai Aladdin, dan Naomi Scott sebagai Jasmine, mulai masuk pasar Indonesia pada 22 Mei lalu, dan langsung meraih pemasukan sebesar US$4,9 juta atau setara dengan Rp70,4 miliar pada pekan pertama penayanganya.

Di China, film ini juga nangkring di puncak box office dengan pemasukan sebesar US$18,7 juta pada pekan pertama, sementara di kawasan Amerika Utara, film ini mengantongi US$86,1 juta pada akhir pekan pertama, sedikit di atas prediksi analis yang mematok US$75-85 juta.

Di Inggris, pada penayangan di akhir pekan pertama pada 24-26 Mei, menurut Forbes.com, film ini mengungguli empat film lain yang dirilis pada saat yang bersamaan karena mengantongi 7 juta pounds dari penayangan di 642 bioskop.

"Ini merupakab kabar baik bagi sutradara Guy Ritchie setelah film-film garapannya seperti The Man from UNCLE dan King Arthur: Legend of the Sword, gagal masuk box office," lansir Forbes seperti dikutip dekannews.com, Kamis (30/5/2019).

Meski demikian salah satu media ekonomi terkemuka di dunia itu mengakui, pencapaian Aladdin pada akhir pekan pertama penayangan, masih di bawah Beauty and the Beast yang dirilis pada 2017, karena film itu meraup 19,7 juta pounds, namun lebih baik dari film Dumbo yang meraup 6 juta pounds pada akhir pekan pertama penayangan.

Di peringkat dua box office Inggris akhir pekan kemarin adalah film biopic musik Elton John, Rocketman, yang meraih 5,38 juta pounds dari 705 bioskop yang menayangkannya. Film ini dibintangi Taron Egerton yang berperan sebagai Elton John. Film ini disutradarai oleh Dexter Fletcher, sutradara yang mengambil alih penanganan film Bohemian Rhapsody dari Bryan Singer.

Posisi ketiga box office Inggris akhir pekan kemarin adalah film The Secret Life of Pets 2 yang menghasilkan 3,49 juta pounds dari penayangan di 617 bioskop, sementara di posisi keempat ada John Wick: Bab 3 - Parabellum yang pekan lalu berada di puncak box office. Film yang tayang di 517 bioskop ini menghasilkan 1,4 juta pounds, atau total 6,2 juta pound.

"Pemasukan film ini di akhir pekan kedua turun 60% dari akhir pekan pertama," jelas Forbes.

Di posisi kelima ada Pokemon Detective Pikachu yang menghasilkan pendapatan kotor 1 juta pounds dari 572 bioskop, namun total pemasukan film ini telah mencapai 10,5 juta pounds.

Film Avengers: Endgame yang telah lima pekan tayang di bioskop-bioskop di Inggris, berada di peringkat enam dengan total pemasukan 85,59 juta pounds. Pada akhir pekan lalu, film ini membukukan pemasukan 900,524 juta pounds.

Kelebihan Aladin 2019

Bagi yang pernah membaca buku cerita tentang Aladdin atau yang telah menonton film kartunnya pada 1992, pasti sudah tahu bagaimana sinopsis film yang dinukil dari buku cerita yang berjudul 1001 Malam itu.

Ya,  Aladin adalah anak seorang janda miskin yang tiap hari berkeliaran di jalan dengan monyet kesayangannya; Abu.

Suatu kali putri Sultan Agrabah, Jasmine, jalan-jalan ke kota dan Aladdin melihatnya. Ia langsung jatuh cinta, namun apa daya, ia dan ibunya tak mampu memenuhi mahar yang diminta Sultan.

Pada saat yang sama, seorang penyihir yang mengaku sebagai pamannya, merayu Aladdin agar mau membantunya mengambilkan sebuah lampu dari sebuah gua. Awalnya Aladdin percaya kalau penyihir itu adalah pamannya, namun perlakuan jahat si penyihir selama dalam perjalanan, membuat Aladin sadar kalau penyihir itu bukan pamannya.

Maka, setelah lampu didapat, Aladdin menolak menyerahkan lampu itu sebelum dirinya dikeluarkan dari gua yang gelap dan dalam itu. Si penyihir marah. Ia menutup pintu itu dengan mantra sebagaimana saat dia membukanya.

Aladin sedih karena kini terukurung dalam gua yang gelap dan dalam. Ia ingat ibunya, dan merasa menyesal karena mau ikut dengan si penyihir.

Dalam kesedihan itu, tanpa sengaja ia mengusap lampu di tangannya, dan sesosok jin bernama Genie, muncul. Jin ini mengatakan akan mengabulkan apa pun tiga permintaan Aladin.

Seperti umumnya dongeng, kisah Aladin memang penuh dengan hal ajaib yang mustahil ada di dalam kehidupan nyata, meski jin memang ada dalam kehidupan di Bumi.

Dalam film ini muncul trik-trik canggih yang akan membuat kita bisa saja berpikir bahwa karpet terbang memang pernah ada, dan sosok jin dapat memindahkan istana atau apapun hanya dalam sekejap mata.

Film Aladin yang dirilis 2019 ini punya kelebihan dibanding versi kartunnya yang dirilis pada 1992. Agar film dengan setting Timur Tengah ini otentik, Wadi Rum, sebuah padang pasir luas dengan bebatuan raksasa di Yordania, dijadikan lokasi syuting. Konon, jika seseorang ke tempat ini, akan merasa seperti berada di planet Mars. Para Ilmuan bahkan menjulukinya sebagai Mars-nya Bumi.

Selain Aladdin, padang pasir ini juga pernah menjadi lokasi syuting film The Martian.

Negeri Agrabah, negeri dimana Alladin tinggal yang memiliki desain arsitektur bangunan-bangunan campuran Arab-Persia, dibuat nyata dengan proses pembuatan hampir 4 bulan. Luasnya dua kali lapangan sepakbola. Begitu juga dengan Cave of Wonders dimana Alladin diminta mengambillan lampu ajaib oleh penyihir.

Karena dalam ceritanya gua itu penuh dengan harta berupa emas, perak dan lain-lain, dinding gua itu dilapisi oleh perhiasan asli, namun perhiasan yang tergeletak di lantai terbuat dari karet agar aman bila terinjak.

Anda tertarik untuk menonton? (rhm)