Seorang Aktivis Feminisme Diduga Sebarkan Poster Hoaks Tentang FPI Undang Mahasiswa Demo DPR/MPR

Tanggapan FPI atas poster yang diposting Nadya Karima Melati di Twitter. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Seorang penganut ajaran feminisme, Nadya Karima Melati, diduga menyebarkan hoaks karena melalui akun Twitter-nya, @Nadyazura, dia menyebarkan poster Front Pembela Islam (FPI) dengan konten yang dinilai tidak benar. 

Poster itu disematkan pada cuitan yang diposting Senin (23/9/2019) pukul 01:12 WIB. 

"Mahasiswa sedang bergerak tapi FPI bang*** mau klaim gerakan mahasiswa. Iyuh banget gak sih," kata aktivis yang di-bio-nya mengaku sebagai penulis buku 'Membicarakan Feminisme' itu. 

Poster yang disematkan memiliki tajuk 'GERAKAN NASIONAL KEDAULATAN RAKYAT' dengan logo FPI di kanan atas dan foto Habib Rizieq Shihab di sebelah kiri. 

"Mengundang mahasiswa untuk bergabung bersama ulama dan tokoh-tokoh nasional. Tolak revisi UU KPK, tolak revisi UU KUHP. Tanggal 22-24 September 2019 depan gedung MPR/DPR RI Jalan Gatot Subroto No. 1 Jakarta Pusat. Perjuangan kita melawan kedzaliman!" demikian tertulis dalam poster tersebut. 

Di kiri bawah poster tertulis 'Bawa sajadah, bekal yang cukup, mushaf Al Qur'an, sorban'. Sementara di kanan bawah tertulis; 'Penyelenggara DPP FPI JAKARTA'.  

Tak hanya itu, pada cuitan yang lain, Nadya mengatakan begini; "Para aktivis demokrasi (dari kiri sampai kanan) dan mahasiswa yang melakukan inisiatif demonstratif, terus FPI bikin poster gitu seakan-akan mereka yang ngundang mahasiswa bergerak. Cuih! "

Cuitan Nadya itu langsung direspon FPi melalui akun @LaskarIslam_FPI. 

"Spanduk ini HOAX. Dia yang buat, dia juga yang sebar. Alhamdulillah, jika jeli ada kesalahan fatal di spanduk tersebut; bahwa penyelenggaranya adalah DPP FPI JAKARTA. DPP FPI Jakarta? Yang ada adalah DPD FPI Jakarta. Dan FYI, para bang*** yang anda sebutkan, sedang asyik dengan aksi kemanusiaan," katanya. 

Tak ayal, akun Nadya pun banjir kritik dari warganet. 

"Eh bang*** jangan fitnah FPI deh. Gue follow akun-akun sosmed mereka kagak ada tuh bikin poster kayak gini," kata @rendi_gunawan87.

"Cebong gak makan kalau gak ngehoax," umpat @bali_baim. 

"Ini pasti tukang selangkangan yang buat ya... mulut atas sama bawa sama busuknya," hujat @hidupistiqomah. 

Tak ditemukan klarifikasi Nadya atas jawaban FPI, karena yang ditemukan justru respon meradang Nadya atas serangan warganet. 

"Bukannya bagus kalau FPI menolak RUU KPK dan RKUHP? Masalahnya kalau FPI mengklaim gerakan aktivis dan mahasiswa sebagai gerakan mereka, anyway, selamat turun ke jalan!" katanya. 

"Woaaa buzzer pendukung FPI lagi pada rame DM gue neh... Halo-halo saudaraku sebangsa dan setanah air," katanya dalam cuitan yang lain. 

"Kesel banget, masa karena gue anti FPI, gue jadi auto-cebong. Ini baru penghinaan," katanya lagi. (rhm)