Senang DKI Juara Umum Pomnas XVI, Manajemen Grand Cempaka: Kami Beri Pelayanan Terbaik

General Manager Grand Cempaka Business Hotel, Dadi Winasti dan Executive Asistance Manager Grand Cempaka Business Hotel, Amir Hamzah. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) DKI Jakarta mengukir prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVI yang ditutup pada Jumat (27/9/2019) kemarin.

Pasalnya, selain sukses menjadi penyelenggara event yang dihelat mulai 19 September 2019 tersebut, atlet-atlet DKI Jakarta juga keluar sebagai juara umum dengan mengalahkan dua provinsi yang selalu menjadi rival terberat dalam setiap ajang kompetisi tingkat nasional, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat.

DKI Jakarta duduk di peringkat pertama dengan perolehan 75 emas, 54 perak, dan 34 perunggu, sementara Jawa Barat di posisi runner up dengan 24 emas, 20 perak dan 37 perunggu, dan Jawa Timur di peringkat ketiga dengan 22 emas, 17 perak, dan 34 perunggu.

Tentu, banyak faktor yang menunjang kesuksesan penyelenggaraan event tersebut, temasuk dari segi akomodasi dan asupan.

General Manager Grand Cempaka Business Hotel, Dadi Winasti, mengatakan, ada banyak sekali petugas yang memimpin jalannya pertandingan di Pomnas XVI yang diinapkan di hotelnya. Mereka antara lain terdiri dari wasit, hakim garis dan lain-lain.

"Mereka mulai masuk hotel ini pada 13 September dan check out Jumat ini, 27 September," katanya kepada dekannews.com di lounge Grand Cempaka Business Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019) malam.

Ia menyebut ada lebih dari 100 kamar yang digunakan.

Awalnya, kata dia, para petugas yang memimpin jalannya pertandingan itu menginap di 90 kamar, kemudian bertambah menjadi 160 kamar, dan terakhir 194 kamar.

"Jumlahnya fluktuatif, karena diatur oleh panitia Pomnas. Masuknya pun tidak bersamaan," imbuhnya.

Executive Asistance Manager Grand Cempaka Business Hotel, Amir Hamzah, menambahkan, meski yang menginap di hotelnya adalah petugas pertandingan, namun hotelnya juga mendapat order untuk memasok asupan bagi para atlet yang bertanding. Jumlahnya mencapai ribuan box.

"Kita pernah mengirim 5.000 box makan siang. Terakhir kita kirim 3.000 box. Makanan itu kita kirim ke lima venue, yaitu GOR Rawamangun, GOR Otista, GOR UNJ, GOR Pulogadung dan GOR Ciracas," katanya.

Diakui, makanan yang disiapkan untuk atlet dengan tamu hotel biasa, berbeda, karena atlet butuh energi lebih untuk dapat bertanding dengan baik dan meraih prestasi.

Dengan mempertimbangkan hal ini, kata dia, maka menu yang diberikan menjadi di atas standar, sehingga potongan daging yang diberikan pun menjadi lebih besar dari yang biasa diberikan untuk tamu hotel.

"Tapi kami merasa senang dan terhormat melayani mereka, karena ini merupakan kali pertama hotel kami melayani delegasi olahraga. Apalagi karena di antara atlet-atlet yang bertanding, juga ada yang diinapkan di Hotel D'Arcici Cempaka Putih, hotel yang juga dimiliki Jaktour Group seperti hotel kami," imbuhnya.

Ketika ditanya apakah ada kendala dalam melayani para delegasi olahraga tersebut? Amir mengatakan ada, tapi tidak mempengaruhi pelayanan yang diberikan.

"Dari pihak penitia Pomnas pun tak ada komplain," jelasnya.

Komisaris Utama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group) Budi Siswanto mengatakan, saat ini perusahaannya tengah merambah pasar yang sebelumnya tidak disentuh Jaktour, untuk mendongkrak pertumbuhan dan meningkatkan revenue.

"Jaktour Group merupakan salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, dan mengacu pada visi gubernur, yakni maju kotanya, bahagia warganya, kita buka peluang kerjasama dengan SKPD-SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan UKPD-UKPD (unit kerja perangkat daerah) yang membidani banyak bidang, termasuk olahraga, serta dengan sesama BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Dengan kerjasama seperti ini, kedua belah pihak sama-sama diuntungkan, karena di satu sisi SKPD dapat memanfaatkan aset Jaktour yang nota bene merupakan aset Pemprov DKI, dan tentunya juga dengan mendapat fasilitas istimewa seperti diskon, Jaktour pun mendapatkan manfaat dari kegiatan yang SKPD dan UKPD lakukan di tujuh hotel yang dimiliki, termasuk Grand Cempaka Business Hotel," katanya.

Data yang dihimpun menyebutkan, sejauh ini Jaktour Group telah menjalin kerjasama dengan 12 SKPD, di antaranya Satpol PP dan Bakesbangpol, serta dengan BUMD seperti Bank DKI dan PD Dharma Jaya.

Dadi mengatakan, adanya kerjasama dengan SKPD, UKPD dan BUMD, juga adanya penyelenggaraan Pomnas XVI di Jakarta, membuat tingkat penghunian kamar (TPK) atau occupancy Grand Cempaka Business Hotel rata-rata mencapai 90%, naik 30-50% dari sebelumnya.

Revenue juga melonjak, sehingga target yang dipatok sebesar Rp3,5 miliar untuk September 2019, telah terlampaui karena terealisasi sebesar Rp4,3 miliar.

"Target revenue kami tahun ini yang sebesar Rp47 miliar, insya Allah juga akan terlampaui. Tahun depan target revenue kami Rp50 miliar," tutupnya. (rhm)