Selama Ramadan, Grand Cempaka Bukukan Pemasukan Rp 2 Miliar Lebih

Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. (Foto: Booking)

Jakarta, Dekannews- Hotel Grand Cempaka di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, membukukan pemasukan lebih dari Rp2 miliar pada Mei 2019 yang merupakan bulan Ramadan 1440 Hijriyah.

"Kalau sepanjang Mei tidak ada gejolak politik, pertumbuhan ekonomi bagus dan daya beli masyarakat juga tidak sedang menurun, pemasukan mungkin bisa di kisaran Rp3 miliaran, bukan Rp2 miliaran. Karena itu di Juni ini kita ditarget pemasukan Rp3 miliar, akan diupayakan bisa mencapai Rp4 miliar," kata General Manager Hotel Grand Cempaka, Dadi Winasti, kepada dekannews.com, Senin (3/6/2019) petang.

Hotel Grand Cempaka merupakan satu-satunya dari tujuh hotel milik PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group) yang berbintang empat. Hotel ini juga merupakan yang terbesar dan berada di lokasi yang strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan Cempaka Mas.

Dari sisi kompetisi, di Jalan Suprapto tak ada hotel sekelas Grand Cempaka, namun Dadi mengakui, belakangan ini Hotel Harris yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sedang naik daun karena hotel itu berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan dan menerapkan konsep one stop shopping.

Selain itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2018 di Jakarta terdapat 326 hotel bintang, sehingga praktis bisnis di bidang perhotelan di Jakarta menjadi sangat kompetitif.

Dadi Winasti
Dadi Winasti

Didi mengakui, untuk menjadi pesaing yang tangguh, pihaknya menerapkan berbagai strategi.

"Saat Ramadan kemarin, kita tidak hanya mengandalkan pemasukan dari tamu yang menginap, tapi juga membuat program-program yang dapat mengundang masyarakat, baik keluarga, korporasi maupun instansi pemerintahan, untuk datang dan menikmati fasilitas yang kami siapkan untuk program tersebut," katanya. 

Dadi menyebut, program dimaksud adalah Paket Buka Bersama dan Paket Meeting Ramadan.

Untuk tamu yang menginap, disiapkan Paket Kamar Ramadan dengan harga mulai Rp650.000,-Nett, termasuk ta'jil untuk berbuka puasa dan menu untuk sahur.

Ketiga program itu digeber dari 5 Mei 2019 dan berakhir hari ini, Selasa 4 Juni 2019.

"Untuk momen Lebaran, kita juga sudah menyiapkan program Paket Kamar Lebaran dan Paket Halal Bihalal. Paket Kamar Lebaran dari 5 Juni hingga 30 Juni 2019 dengan harga Rp600.000,-Nett, termasuk makan pagi untuk dua orang. Sedang Paket Halal Bihalal dari 5 Juni hingga 5 Juli 2019 dengan harga Rp180.000,-Nett untuk minimal 30 orang. Fasilitas yang diberikan termasuk makan siang, makan malam, dan ruangan untuk halal bihalal," katanya.

Jaktour Group merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta. Untuk kian mendongkrak pemasukan Hotel Grand Cempaka di tengah persaingan bisnis perhotelan yang ketat, Komisaris Jaktour Group Budi Siswanto menggagas kebijakan menjalin kerjasama dengan SKPD-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan UKPD-UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, sehingga diharapkan setiap kegiatan SKPD-SKPD dan UKPD-UKPD itu yang berjumlah lebih dari 700, dapat dilaksanakan di hotel-hotel milik Jaktour, termasuk Hotel Grand Cempaka.

Dadi mengakui, sebagai BUMD, Jaktour memang membutuhkan dukungan yang ril dari Pemprov DKI, sehingga hotel-hotel milik Jaktour memiliki captive market atau pasar yang pasti.

"Kalau semua SKPD memiliki kerjasama dengan kami, maka itulah captive market kami," tegasnya.

Dadi menyebut, sejauh ini pihaknya telah menjalin kesepakatan dengan beberapa SKPD, sehingga di antara mereka telah ada yang mengadakan acara di Hotel Grand Cempaka.

SKPD-SKPD dimaksud di antaranya Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Suasana di retoran Hotel Grand Cempaka
Suasana di restoran Hotel Grand Cempaka

Meski demikian Dadi mengakui, kesepakatan yang ditandatangani pihaknya dengan SKPD tak hanya menyangkut masalah penyewaan ruangan ketika SKPD menyelenggarakan sebuah acara atau event.

"Kalau di kantor mereka ada meeting atau acara yang bersifat internal, dan mereka  membutuhkan lunch box atau snack box, kita siap karena kita juga punya katering," jelasnya.

Grand Cempaka memiliki 230 unit kamar dimana 56 di antaranya sedang dalam tahap renovasi, dan ditargetkan rampung Juli 2019.

Fasilitas di hotel ini lengkap, karena memiliki ruang meeting, ruang fitness, kolam renang, restoran berkapasitas sekitar 180 orang, dan lain-lain.

"Bagi pelanggan yang ingin Spa, kita juga ada, tapi dikenakan biaya karena tidak termasuk fasilitas hotel," jelas Dadi.

Saat ini tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel Grand Cempaka rata-rata mencapai 55-60% per tahun, turun dari sebelumnya yang mencapai 70%.

Dadi mengatakan, penurunan okupasi ini dialami semua hotel di seluruh Indonesia, tak hanya di Jakarta.

"Infonya, karena memang kondisi ekonomi lagi kurang baik," jelas dia. (rhm)