Sejumlah Tokoh Deklarasikan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat

Ahmad Yani. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Sejumlah tokoh nasional yang selama ini berada di barisan pasangan nomor 02 pada Pemilu 2019, Prabowo-Sandi, Jumat (17/5/2019), mendeklarasikan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di Rumah Perjuangan Rakyat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Deklarasi ini diinisiasi Koordinator Masyarakat Peduli Pemilu Adil & Berintegritas (MPPAB), Marwan Batubara.

"Gerakan ini dideklarasikan untuk merebut kembali kedaulatan rakyat yang dirampok para cukung, para pemilik modal," kata politisi PBB Ahmad Yani.

Ia menjelaskan, semula ia dan rekan-rekannya, juga para pendukung 02, ingin merebut kedaulatan tersebut melalui Pemilu 2019, namun ternyata Pemilu dicurangi, sehingga tak ada pilihan, kedaulatan harus direbut melalui sebuah gerakan.

"Semula kita gunakan kata people power untuk gerakan ini, tapi teman kita yang memakai kata itu telah ada yang ditangkap dan dipenjara dengan tuduhan makar. Maka, kata people power kita ganti dengan kata kedaulatan rakyat," katanya.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini menegaskan, GNKR merupakan gerakan damai dan tidak anarkis. Kegiatannya antara lain melakukan aksi unjuk rasa, doa bersama dan sholat subuh berjamaah.

"Gerakan ini bersifat kolektif kolegial, sehingga tak ada pimpinan dan bawahan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi diduga kuat didukung oleh para Taipan dan kapitalis saat memenangkan Pilpres 2014, dan selama 4,5 tahun memimpin, dia dinilai gagal karena tak hanya membuat pertumbuhan ekonomi merosot dari 6% menjadi 5%an, namun juga membuat rakyat terbelah karena menerapkan kebijakan yang cenderung anti-Islam.

Karena kondisi ini, masyarakat terbelah dimana umat Islam yang tak rela agamanya ditindas dan ulamanya dikriminalisasi, bergabung di kubu 02 dan menggaungkan gerakan #2019GantiPresiden yang diinisiatori politisi PKS Mardani Ali Sera dan mantan penyanyi Hajah Neno Warisman. 

Namun, kubu 02 meradang karena kubu Jokowi-Ma'ruf (pasangan nomor urut 01) diduga melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pemilu 2019, khususnya Pilpres 2019, sehingga menggaungkan perlawanan dengan diembel-embeli kata people power.

Salah satu tokoh di 02 yang getol menyuarakan people power adalah pengacara Eggi Sudjana. 

Pada Selasa (14/5/2019), Eggi ditangkap saat diperiksa sebagai tersangka dengan tuduhan akan melakukan makar, dan ditahan.

Marwan mengatakan, agenda gerakan GNKR lumayan panjang, dimulai pada 20 Mei atau lima hari sebelum pengumuman KPU atas hasil Pilores 2019, dan terus berlanjut hingga keadilan didapatkan.

Sebab, kata dia, jika KPU menyatakan bahwa 01 memenangkan Pilpres, maka gerakan berlanjut karena sejatinya, pemenang Pilpres adalah 02. 

Tokoh yang hadir dalam deklarasi GNKR di antaranya mantan Ketua MPar Amien Rais, mantan Menko Pulhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, mantan anggota Komnas HAM Natalius Pigai, san Sekjen FUI Ustad Al Khathathath. (rhm)