Sejak PSBB Diberlakukan di Jakarta 18.000 Buruh Dirumahkan dan Di-PHK

Nining Elitos. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Ketua Umum Kongres Aliansi Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos mengatakan, sekitar 18.000 anggotanya telah dirumahkan dan di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan di Jakarta pada Jumat (10/4/2020). 

"Untuk yang di rumahkan, ada yang tidak dibayarkan gajinya, dan ada yang dibayarkan tapi hanya 25%," katanya kepada TVOne, Selasa (14/4/2020). 

Nining mengakui kalau sejak PSBB diberlakukan di Jakarta, kehidupan kaum buruh makin sulit, sehingga menurut dia, seharusnya dalam kondisi seperti ini perusahaan berbagi keuntungan yang selama ini didapat, karena selama ini karyawan lah yang membuat roda perusahaan bergerak dan mendapatkan keuntungan tersebut. 

Namun yang terjadi saat ini, perusahaan bukannya memberikan insentif kepada buruh sebagai dampak pemberlakuan PSBB, tapi malah dirumahkan dengan gaji yang dipangkas, dan bahkan ada yang di PHK. 

Padahal, tegas dia, PSBB adalah kebijakan pemerintah, dan menurut dia, jika PHK yang dilakukan tanpa diberitahukan terlebih dahulu kepada pemerintah alias dilakukan secara sepihak, maka PHK tersebut dapat dianggap ilegal. 

"Seharusnya pemerintah bertindak," katanya. 

Meski demikian Nining juga mengakui, meski selama PSBB yang diberlakukan hingga 24 April mendatang hanya mengizinkan 11 sektor yang masih boleh beraktifitas,  namun ada perusahaan di luar ke-11 sektor tersebut yang tetap beroperasi. 

Ke-11 sektor tersebut adalah:
1. Kesehatan 
2. Bahan pangan/makanan/minuman
3. Energi
4. Komunikasi dan teknologi informasi 
5. Keuangan
6. Ligistik
7. Perhotelan
8. Konstruksi
9. Industri strategis
10. Pelayanan dasar/objek vital
11. Kebutuhan sehari-hari
(rhm)