Sandi Optimis Gugatan ke MK akan Berbuah Positif

Cawapres Sandiaga Uno. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, optimis langkah kubunya melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) akan berbuah positif.

"Ini langkah formal yang kita lakukan. Salah satu upaya hukum yang kami lakukan demi Pemilu yang jujur dan adil, dan agar penyimpangan-penyimpangan yang ditemui, dilaporkan masyarakat itu bisa diperbaiki dan insya Allah kita akan dapat hasil yang positif," katanya usai acara Buka Puasa Bersama Partai Gerindra DKI Jakarta dan Pemuda Pancasila Jakarta di kediaman politisi Gerindra Inggard Joshua di Jalan Haji Kelik, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2019).

Ketika dimintai komentarnya terkait banyaknya pihak yang meyakini bahwa gugatan ini akan ditolak MK seperti dialami pasangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014, Sandi meminta publik mwmpercayai pada langkah konstitusi.

"Bukti-bukti (kecurangan)-nya akan kita lampirkan, dan tentunya ini bukan lagi kalah menang, tapi Pemilu yang jujur dan adil yang harus kita lahirkan utuk masa depan bangsa kita," katanya.

Ketika ditanya lagi apa yang akan dilakukan jika gugatan benar-benar ditolak MK? Mantan Wagub DKI ini menegaskan, bahwa pihaknya telah memastikan bahwa gugatan ini memiliki landasan hukum dan bukti-bukti yang kuat.

"Kita tak boleh berburuk sangka. Berbaik sangka saja, karena (gugatan) ini dilakukan karena adanya kekecewaan masyarakat dan aspirasi masyarakat agar (Pemilu) jujur dan adil, dan prosesnya diperbaiki untuk masa-masa yang akan datang agar dapat kembali menghadirkan rasa bahwa proses kontestasi demokrasi kita memiliki sistem yang kita yakimi tetap dalam koridor jujur dan adil," imbuhnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (24/5/2019) malam pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi melalui tim kuasa hukumnya yang dipimpin Bambang Widjojanto (BW),  resmi mendaftarkan permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Tim kuasa itu terdiri dari delapan orang, selain BW, tujuh lainnya adalah Zulfadli, Dorel Almir, Iskandar Son Haji, Iwan Satriawan, Lutfi Yazid, Teguh Nasrullah, dan Denny Indrayana.

"Bukti (yang dilampirkan) ada kombinasi antara dokumen dan saksi, dan ada saksi fakta dan ahli. Baru 51 bukti," jelas BW usai melapor.

Mantan komisioner KPK ini menambahkan, tidak menutup kemungkinan alat bukti yang diajukan akan bertambah dalam proses persidangan.

"Insya Allah kita akan melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan dan menambahkan apa-apa yang penting," katanya. 

Atas pengajuan gugatan ini, MK menyatakan akan melakukan verifikasi berkas permohonan yang diajukan terlebih dahulu.

"Kami akan verifikasi dokumen-dokumen tersebut yang nantinya akan kami registrasi dalam buku registrasi perkara pada 11 Juni," ujar panitera Muhidin. 

Selanjutnya, proses akan dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan pendahuluan pada 14 Juni 2019, disusul pemeriksaan pokok perkara pada 17-21 Juni dan pengucapan putusan pada 28 Juni 2019. 

"Seandainya di proses sidang akan menambahkan alat bukti, maka kami menerima," katanya. 

Dalam proses verifikasi, MK akan memeriksa kelengkapan berkas yang diajukan. Muhidin mengatakan, tim Prabowo harus memberikan berkas sebanyak 12 rangkap. Termasuk kelengkapan surat kuasa dan berkas yang memuat daftar alat bukti. (man)