Rizal Kobar Prediksi Banyak Pengusaha Kolaps Jika Ibukota Dipindah dari Jakarta ke Kaltim

Rizal Kobar (kanan). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ketua Komando Barisan Rakyat (Kobar) Rizal memprediksi, jika pemerintah memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, maka banyak pengusaha properti yang akan kolaps.  

"Saya ini pengusaha. Jadi, saya bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di Jakarta jika ibukota dipindah dari provinsi ini ke Kalimantan Timur," katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi terkait launching Mat Bagan (Maju Kotanya Bahagia Warganya) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019). 

Menurut aktivis yang akrab disapa Rizal Kobar ini, ketika kawasan Jalan MH Thamrin-Sudirman, Jakarta Pusat, mulai diberlakukan sistem Three In One, banyak pengusaha yang memindahkan kantornya ke kawasan Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan. 

Maka, kata dia, ketika nanti ibukota dipindahkan dari Jakarta, akan banyak pula pengusaha yang bukan lagi memindahkan kantornya dari Jakarta, tapi juga memindahkan perusahaannya ke luar Jakarta karena provinsi ini dinilai sudah tidak seksi lagi. 

Hal ini, jelasnya, akan berimbas pada berbagai sektor, seperti masalah ketenagakerjaan karena bisa jadi akan timbul gelombang PHK, dan di bidang ekonomi, khususnya properti, akan banyak pengusaha yang kolaps karena nilai jual perumahan yang mereka bangun menjadi anjlok karena terpengaruh status Jakarta yang bukan lagi daerah khusus ibukota (DKI). 

Rizal mengaku, dari obrolannya dengan anggota badan intelijen, ia ketahui bahwa Presiden Jokowi memang serius ingin memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, karena meski di lokasi ibukota yang baru tersebut belum ada buffer zone, namun dalam kabinet di periode kedua Jokowi sebagai presiden akan ada menteri yang khusus menangani masalah pemindahan ibukota. 

Meski demikian Rizal mengimbau warga Jakarta untuk tidak perlu mengkhawatirkan kebijakan pemerintah tersebut, karena meski Jakarta nanti tak lagi menyandang status DKI, namun provinsi bersuku asli Betawi ini akan tetap survive. (rhm)