Rilis Hasil Riset Yang Tak Sesuai Kenyataan, Politisi Demokrat: Denny JA Seharusnya Dipidana

Cipta Panca Laksana. (Foto: Harian Fajar)

Jakarta, Dekannews- Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menilai, Denny Januar Ali, pengusaha pemilik lembaga survei LSI Denny JA, seharusnya dipidana, karena telah merilis hasil riset yang dinilai tidak sesuai kenyataan alias hoax. 

Riset yang dipermasalahkan adalah riset yang dirilis pada 29 April 2020. Riset ini memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami kondisi normal pada Juni 2020 asalkan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Hasil riset itu dianggap tidak sesuai kenyataan karena pada Setember 2020 ini penyebaran Covid-19 di Indonesia justru kian parah, sehingga DKI Jakarta kembali harus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat dibanding PSBB transisi, jumlah orang yang terinfeksi melampaui jumlah orang yang terinfeksi di China sebagai sumber pandemi, dan kini 59 negara melarang warga Indonesia berkunjung ke negara mereka. 

"Seharusnya @DennyJA_WORLD dipidana tuh. Keterlaluan, menyebar hoax hingga orang abai," kata Panca melalui akun Twitter-nya, @panca66, Sabtu (19/9/2020). 

Survei LSI Denny JA itu juga disorot promotor debat dari ProDem, Adamsyah Wahab. Ia bahkan menuding survei LSI Denny JA itu merupakan salah satu biang kerok yang menyebabkan pemerintah terlena. 

"Ini salah satu biang kerok! Riset abal-abal berbasis orderan yang membuat pemerintah terlena..," kata Adamsyah melalui akun Twitter-nya, @DonAdam68.

Seperti diketahui, pada 29 April 2020 LSI Denny JA merilis hasil riset yang memprediksi Indonesia akan mengalami kondisi normal pada Juni 2020, asalkan tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

Dalam keterangannya, LSI Denny JA mengatakan bahwa riset itu berbeda dengan riset  sebelumnya yang merupakan survei opini publik, karena riset ini bertujuan mengolah data sekunder untuk membaca tren data dunia dan Indonesia atas adanya pandemi Covid-19.

Tujuan riset itu adalah ingin menjawab apakah dan kapankah puncak pandemi terlampaui, dan bisakah kita prediksi kapan pandemik berakhir. 

Berdasarkan tiga sumber data yang diolah, yakni Worldometer data dunia virus Corona, Singapore University of Technology and Design, dan berbagai hasil riset lainnya, LSI Denny JA mengatakan kalau Indonesia termasuk negara menengah (Kategori B) dari sisi kecepatan menyelesaikan kasus virus Corona untuk mencapai level 99% tuntas. 

"Tercapainya level 99% itu untuk kasus Indonesia diperkirakan di bulan Juni 2020, karena saat Corona mulai merebak di seluruh dunia, masyarakat sudah mulai menggalangkan protokol kesehatan Covid-19, di antaranya social distancing, memakai masker, hingga mencuci tangan," tulis LSI Denny JA dalam keterangannya. 

Lembaga survei itu juga mengatakan kalau data worldometer menunjukkan, protokol kesehatan itu efektif bekerja bagi rata-rata penduduk dunia.

Seperti diketahui, pada Jumat (18/9/2020), total jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 236.519 orang dimana 9.336 orang di antaranya meninggal dunia, dan 170.774 orang dinyatakan sembuh. 

Jumlah ini jauh melampaui jumlah orang yang terinfeksi di China sebagai negara sumber pandemi, karena di Tiongkok yang positif Covid-19 sebanyak 85.269 orang, dimana 4.634 orang di antaranya meninggal dunia dan 80.464 orang dinyatakan sembuh. 

Sejumlah media asing, seperti Reuters dan Aljazeera pada Agustus 2020 lalu bahkan menurunkan berita yang pada intinya mengatakan bahwa Indonesia gagal menangani pandemi Covid-19.

Yang lebih pahit, akibat curva Covid-19 yang tak kunjung melandai, bahkan terus meningkat, warga Indonesia saat ini dilarang berkunjuk ke 59 negara. (rhm)