Renovasi 56 Kamar Hampir Rampung, Grand Cempaka Makin Mantap Hadapi Persaingan Hotel Bintang Empat

(Foto: cempakahotel.com)

Jakarta, Dekannews- PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group) makin mantap dalam menatap masa depan, menyusul hampir rampungnya renovasi 56 kamar di Grand Cempaka Business Hotel, hotel terbesar dari tujuh hotel miliki BUMD Pemprov DKI Jakarta itu yang berada di Jalan Letjen R Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

"Renovasi 56 kamar sudah rampung sekitar 90%.  Fasilitas baru berupa outside catering juga telah selesai dan telah pula berproduksi untuk memenuhi pesanan dari mitra yang sedang menyelenggarakan suatu kegiatan," ujar General Manager Grand Cempaka Business Hotel, Dadi Winasti, Rabu (11/9/2019). 

Ke-56 kamar tersebut 15 unit di antaranya berada di lantai 11, sebanyak 15 unit berada di lantai 12, sebanyak 12 unit berada di lantai 16, sebanyak 4 unit berada di lantai 15, sebanyak 4 unit di lantai 7 dan 6 unit berada di lantai 9.

Di antara ke-56 unit tersebut, empat di antaranya merupakan executive suite room dengan luas kamar mencapai 28 m2 dan dibandrol dengan tarif paling tinggi, sekitar Rp1,2 juta/malam nett. Yang lain di antaranya merupakan deluxe room, grand deluxe room dan junior suite room. 

Keempat executive suite room tersebut berada di lantai 10, 11, 12 dan 14 masing-masing satu unit. 

Dadi menjelaskan, ruangan yang belum selesai direnovasi di antaranya satu kamar yang berada di lantai 16.

"Yang lain rata-rata sudah selesai, tapi memang ada yang masih perlu ditambahkan ornamen dan furniture sesuai konsep," katanya. 

Komisaris Jaktour Group, Budi Siswanto, menjelaskan, renovasi tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan performance Grand Cempaka Business Hotel agar mampu bersaing dengan hotel-hotel bintang empat lain di Jakarta. 

"Hotel ini dibangun pada 1997, dan selama ini jarang tersentuh renovasi, sehingga kurang kekinian," katanya. 

Budi mengakui, biaya renovasi dan pembuatan outside catering bersumber dari dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang digelontorkan Pemprov DKI Jakarta pada 2017 sebesar Rp6,5 miliar. 

Tahun depan, jika dikabulkan DPRD, Jaktour akan kembali mendapat PMD sebesar Rp119 miliar, dan dana itu akan digunakan untuk merenovasi kamar-kamar lain karena Grand Cempaka Business Hotel memiliki 230 kamar, serta merenovasi dapur, restoran dan lounge. 

Satu hal yang menarik, meski desain fisik dan eksterior bangunan tidak berubah, namun setelah renovasi total selesai, Grand Cempaka Business Hotel akan menjelma menjadi penginapan bintang empat yang kental dengan nuansa Betawi, karena pada bagian-bagian tertentu dari fisik bangunan itu akan dihiasi ornamen-ornamen ke-Betawi-an seperti ornamen gigi belalang. 

Saat ini nuansa Betawi bahkan sudah sangat terasa pada desain kamar yang telah selesai direnovasi, seperti yang terlihat pada daun jendela, bed runner bermotif ondel-ondel dan berbagai jenis batik Betawi yang dibingkai dan dijadikan pajangan di dinding. 

Di lorong-lorong setiap lantai, juga di depan lift terdapat hiasan di dinding yang kental bernuansa Betawi. 

"Desain interior lounge dan restoran juga nanti akan dihiasi ornamen Betawi dan pajangan-pajangan khas Betawi," jelas Budi. 

Saat ini, jika Anda ke Grand Cempaka Business Hotel dan memasuki loby, di situ Anda akan menemukan sepasang ondel-ondel, kursi dan beberapa barang khas Betawi yang ditata sedemikian rupa seolah pengelola hotel sedang menggoda Anda untuk berfoto atau berselfi ria di situ. 

Budi menjelaskan, mengapa Grand Cempaka Business Hotel akan dijelmakan menjadi hotel dengan nuansa Betawi yang kental, karena Pemprov DKI Jakarta telah memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. 

"Kita sebagai warga Jakarta harus menjunjung tinggi Perda itu dan melaksanakannya, agar Jakarta sebagai kampung halaman warga Betawi, benar-benar dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di kota ini, khususnya oleh para wisatawan," katanya. 

Ketika ditanya soal prospeknya bagi pertumbuhan usaha Jaktour, Budi meyakini akan sangat positif. 

"Saya percaya jika wisatawan mengunjungi suatu daerah, yang mereka cari adalah kekhasannya. Maka, jika mereka ke Jakarta, mereka akan menemukan kekhasan Betawi di Grand Cempaka Business Hotel," tegas dia. (rhm)