Rencana Pembangunan Ibukota Baru Masuk RPJMN 2020-2024, Telan Dana Rp 466,98 Triliun

Desain Ibukota Baru (Foto: CNBC Indonesia)

Jakarta, Dekannews- Pemerintah memasukkan proyek pembangunan Ibukota Negara (IKN) baru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, itu memakan biaya Rp466,98 triliun.

Biaya ini Rp91,29 triliun di antaranya berasal dari APBN, dan dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp252,46 triliun, dan dari Badan Usaha ditargetkan sebesar Rp123,23 triliun.

Ada dua hal yang mendasari pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajem Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Pertama, terpusatnya kegiatan perekonomian di Jakarta dan Jawa mengakibatkan kesenjangan ekonomi Jawa dan Luar Jawa.

Kedua, Pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Jawa mendorong percepatan pengurangan kesenjangan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah di Luar Jawa terutama Kawasan Timur Indonesia.

Sementara manfaat dari pemindahan Ibu Kota Negara ini adalah:
1. Memberikan akses yang lebih merata bagi seluruh wilayah NKRI
2. Mendorong pembangunan Kawasan Timur Indonesia untuk pemerataan wilayah
    * Estimasi peningkatan Real GDP Nasional sebesar 0,1% - 0,2% dan Output Multiplier 2,3;
    * Peningkatan Kesempatan Kerja (Employment Multiplier 2,9);
    * Penurunan Kemiskinan dan kesenjangan antar kelompok pendapatan (Kenaikan Price of capital 0,23% dan Kenaikan Price of Labour 1,37%)
3. Mengubah orientasi pembangunan dari Jawa-sentris ke Indonesia-sentris
4. Ketersediaan lahan yang luas dapat membangun ibu kota baru dengan kawasan hijau yang lebih dominan dari wilayah terbangun
5. Mengurangi beban Pulau Jawa dan Jabodetabek
(sumber: CNBC Indonesia