Relawan Cap Prabowo Pecundang dan Ayam Sayur

Prabowo Subianto. (Foto: FindoNews)

Jakarta, Dekannews- Media sosial Twitter sejak Jumat (12/7/2019) malam hingga Sabtu (13/7/2019) pagi ini dibanjiri ungkapan kekecewaan relawan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Pasalnya, Capres yang juga ketua umum Partai Gerindra itu telah secara terang-terangan mengatakan akan bertemu Jokowi dan melakukan rekonsiliasi. 

Saking kecewanya,  para relawan ini mencap Prabowo sebagai Ayam Sayur dan Pecundang. 

"Dear pak @prabowo, sebuah rekonsiliasi untuk memperjuangkan apa? Sudah tidak bisakah TEGAK LAGI kepala anda, Jenderal? Atau kami yang salah menilai? Dimana arti kesetiaan itu,  Pak? Perjuangan tak butuh keperkasaan, dia hanya butuh istiqomah. Pagi ini saya BENAR-BENAR sedih," kata mentor Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (PEPES) Bidang Kesehatan, Lisa Amarta Tara melalui akun Twitter pribadinya,  @LisaAmartatara3, Sabtu (13/7/2019). 

"Pak @prabowo saya ngoceh mungkin gak mau anda dengar,  tapi saya NYESEL pilih bapak!!! Mana janjimu mau timbul tenggelam bersama rakyat? Apa kabar surat wasiat???" kritik @ice_tea. 

"Prabowo jangan ngarang, memang siapa yang bermusuhan? Rakyat cuma bersikap dengan berpijak yang kokoh: tidak suka ketidakadilan, kecurangan & diobok China. Itu dianggap bermasalah? Sehari-hari dalam menjalani kehidupan nggak masalah dengan eks pendukung 01. Jangan bawa-bawa nama rakyat!" kecam @idayu_wien. 

"Pak Prabowo, negara ini sudah dicengkeram negara lain dengan segala hutangnya, demi memuaskan nafsu segelintir orang. Apakah bapak tega beban yang mereka ciptakan itu harus ditanggung seluruh rakyat?" tanya @teddygalodo. 

"Sorry to say but i'm dissapointed with this," keluh @_doncorleone78_. 

"Sekali lagi saya mengatakan bahwa ternyata selama ini saya memperjuangkan AYAM SAYUR. #RekOnsiliasiMbahmu!" rutuk @LisaAmartatara3.

"Ternyata pecundang yang kita perjuangkan," sungut @Iskandar_Fauzi. 

"Benar sekali apa yang telah diperingatkan Jend @IreneViena, @prabowo itu hanya cocok jadi donatur & endorser calon pemimpin. Jangan-jangan @prabowo memang disukai rejim untuk calon presiden gagal 3x, UNTUK MEMULUSKAN NKRI DIKUASAI CHINA KOMUNIS, ASENG & ASING, MENGHABISI ISLAM DAN ULAMA?" kata @HalimTeuku. 

Kepastian bahwa Prabowo akan menemui Jokowi untuk melakukan rekonsiliasi, disampaikan sendiri oleh Capres 02 itu semalam,  saat menemui ratusan relawan yang mendatangi kediamannya di Jalan Kertanegara,  Jakarta Selatan. Relawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Relawan itu meminta Prabowo agar tidak melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi,  Capres petahana yang menjadi rivalnya di Pilpres 2019 dan oleh KPU dinyatakan menang dengan perolehan suara 55,5% pada 21 Mei 2019.

"Jangan ada perpecahan dan rasa permusuhan. Jadi,  kalau nanti saya ketemu nanti,  tokoh-tokoh...  Saya ketemu Presiden Jokowi...," katanya yang langsung diinterupsi dan diprotes relawan yang sebagian besar merupakan emak-emak. 

"Jangan,  Jangan, Pak...! Jangan temui Jokowi," katanya. 

Namun Prabowo kukuh. 

"Begini,  kita hidup dalam negara hukum. Jadi, kalau hukum sudah kita upayakan, kita harus bisa ikut sistem hukum itu. Tapi percayalah, saya tidak akan pernah berhenti berjuang untuk kepentingan rakyat," katanya. 

Relawan menolak rekonsiliasi karena meyakini pemenang Pilpres 2019 adalah Prabowo, bukan Jokowi. Kalau pun KPU telah menyatakan Jokowi memang dengan perolehan suara 55,5%, mereka meyakini kalau angka itu bukan angka yang ril,  namun angka yang dihasilkan dari kecurangan secara terstruktur,  sistematis dan masif (TSM). Keyakinan itu tak beegeser meski kubu Prabowo telah membawa dugaan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK),  dan ditolak. 

Tawaran rekonsiliasi disampaikan pihak Jokowi sejak setelah KPU menyatakan kemenangannya. Relawan yakin,  tawaran itu merupakan upaya kubu Jokowi untuk mendapatkan legitimasi rakyat karena perolehan suara Jokowi sesungguhnya tidak sebanyak yang diumumkan KPU. (man)