Raih Emas PON XX, Atlet Jakarta Dijanjikan Jadi PNS Tanpa Tes

Sekda Saefullah. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Ini kabar bagus bagi atlet DKI Jakarta yang akan berlaga di PON XX Papua pada 2020 mendatang. 

Pasalnya, Sekda Saefullah menjanjikan, atlet yang meraih emas dapat menjadi PNS tanpa melalui tes. 

"Jika BUMD-BUMD sehat, (atlet)  dapat medali emas,  jika berminat dapat langsung menjadi PNS dengan tanpa tes. Kalau perak untuk Sea Games dan Asian Games," katanya saat memberi sambutan dalam acara Halal Bi Halal dan Silaturahmi Olahraga Menuju PON XX/2020 Papua di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019) malam. 

Dari paparan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Djamhuron P Wibowo, saat memberikan sambutan diketahui kalau atlet Jakarta yang berlaga di PON XX mencapai 1.220 orang, terdiri dari 1002 atlet lapis pertama dan 218 atlet lapis kedua. 

Mereka akan berlaga di 68.768 nomor pertandingan yang antara lain terdiri dari 97 nomor cabang konsentrasi seperti bridge dan renang indah; 150 nomor cabang akurasi seperti menembak dan panahan; 198 nomor cabang beladiri seperti anggar dan taekwondo; 259 nomor cabang terukur seperti renang, menyelam dan sepatu roda; dan 64 cabang permainan seperti hoki lapangan, hoki ruangan dan basket. 

Meski demikian dalam paparannya, Djamhuron menjelaskan kalau atlet-atletnya ini masih mengalami banyak masalah,  antara lain karena selain peralatan KONI untuk setiap Cabor kurang memadai, juga karena 60-70% atletnya masih belum mampu berlaga dalam waktu yang panjang dan lama. 

"Pada awal-awal pertandingan masih fresh, namun ketika memasuki babak-babak selanjutnya, baik perempat final maupun semifinal,  kedodoran. Ini antara lain terlihat saat babak kualifikasi futsal di Padang," katanya. 

Ia memprediksi, jika PON XX diselenggarakan hari ini, peluang DKI paling bagus diperingkat tiga dengan prediksi perolehan emas sebanyak 125,  sementara untuk menjadi juara umum minimal harus meraih 192 emas. 

"Karena itu, untuk memacu para atlet, selama lima hari mereka kami godok dan dari situ muncul kesepakatan bahwa masing-masing Cabor akan melaksanakan high performance programe dengan melakukan banyak uji coba guna menyiapkan mental atlet," katanya. 

Selain hal tersebut,  kata Djamhuron, para atlet juga diupayakan untuk mendapatkan program tanding di dalam dan di luar negeri, siap untuk memggunakan pelatih asing, dan bagi yang berpotensi meraih emas akan dimasukkan dalam training camp luar negeri. (man)