Prabowo Sebut 17 April Sebagai Hari Kebangkitan Rakyat Indonesia

Orasi Prabowo saat kampanye akbar di GBK, Minggu (7/4/2019). (Foto: Dkn)

Jakarta, Dekannews- Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta pendukungnya untuk memanfaatkan waktu 10 hari yang tersisa dari hari ini, Minggu (7/4/2019), hingga hari pencoblosan Pilpres 2019 pada 27 April, dengan kerja keras.

Ia ingin memastikan kemungkinan terjadinya kecurangan dapat diantisipasi, dan dapat meraih kemenangan.

"Masih ada waktu 10 hari lagi. Kita harua kerja keras," katanya dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Ia meminta para pendukungnya yang memadati stadion berkapasitas 77.000 orang lebih itu mendatangi RT-RT untuk memeriksa nama-nama hantu dan orang yang tak jelas yang dapat nyoblos, karena dari hasil pemeriksaan daftar pemilih tetap (DPT) oleh timnya ditemukan 17,5 juta bermasalah, dimana dari jumlah itu ada jutaan irang yang lahir pada hari yang sama.

"Itu hal yang mustahil," katanya.

Ia meminta pendukungnya jangan malas, dan bahkan meminta mereka menjadikan 17 April sebagai lebaran ketiga.

"Jadi, sekarang kita punya Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tanggal 17 April. Siap??" tanyanya.

"Siap ....!!" massa yang memenuhi GBK bergemuruh.

Prabowo bahkan juga menyebut bahwa 17 April ia jadikan sebagai Hari Kebangkitan Rakyat Indonesia.

"Saya kira saudara-saudara dan saudari-saudari datang ke sini untuk menyatakan sikap bahwa saudara-saudara dan saudari-saudari ingin perubahan, tak mau lagi dibohongi, muak dengan korupsi, muak dengan ketidakadilan, sudah tak mau lagi haknya diinjak-injak. Betul?" tanya Prabowo.

"Betul ... !!!" GBK kembali bergemuruh.

Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan bahwa 17 April merupakan jawaban atas sikap dan keunginan para pendukungnya itu yang ia yakini mewakili seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kehendak dan pemikiran yang sama.

Ia mengakui, saat ini kondisi Indonesia sudah parah. Negara ini sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, kekayaan alam Indonesia terus diambili, sementara prdaktik korupsi bahkan sudah masuk stadium empat.

"Karena itu saya paham kalau saudara-saudara dan saudari-saudari sudah tidak sabar lagi ingin perubahan," katanya.

Meski demikian Prabowo mengakui kalau ia dan Cawapresnya, Sandiaga Uno, hanya manusia biasa, sementara harapan rakyat kepada mereka sangat besar

"Tapi saya janji saya dan Pak Sandi akan melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara ini. Saya akan kumpulkan putera-pureri terbaik bangsa jika saya terpilih. Karena itu, beri saya tenaga dan keberanian. Sama-sama kita akan perbaiki bangsa dan negara ini," katanya.

Teriakan "Prabowo ...!! Prabowo ...!!" pun bergemuruh di GBK dengan disertai acungan dua jari.

Prabowo memberi isyarat, jika segala upaya yang dilakukan untuk mengatasi kecurangan ternyata kandas, dan pihaknya kalah karena kecurangan tersebut, ia minta rakyat tak tinggal diam.

"Seandainya 20 juta orang duduk saja jika ada ketidakadilan yang luar biasa, pasti (Capres 01 yang merupakan Capres petahana) akan jatuh juga," katanya.

Meski demikian Prabowo memberitahu bahwa saat ini sudah banyak pejabat yang insyaf.

"Mereka bilang tidak akan melawan kehendak rakyat," tegasnya. (Man)