Prabowo Sarankan Yang Suka Bohongi Rakyat Bisa Pindah ke Antartika

Prabowo dan Amien Rais dalam syukuran karena menang Pilpres 2019, Jumat (19/4/2019)

Jakarta, Dekannews- Capres nomor urut 01 Prabowo Subianto agaknya tak dapat menahan kejengkelannya kepada lembaga survei-lembaga survei yang merilis hasil quick count (QC) di televisi.

Pasalnya, lembaga survei-lembaga survei ini dinilai telah melakukan kebohongan publik dengan tujuan untuk menggiring opini publik, karena QC para lembaga survei itu memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, dan hal itu tidak sesuai fakta hasil perhitungan suara di TPS-TPS.

Hal ini terungkap saat syukuran yang digelar di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019) siang yang dihadiri antara lain oleh Amin Rais, Fadli Zon, Sohibul Iman dan sejumlah ulama serta habaib pendukung Prabowo-Sandi.

"Hari ini luar biasa wajah kalian, karena kemenangan ini adalah kemenangan rakyat semua! Rakyat Indonesia sudah bangkit! Rakyat Indonesia sudah sadar! Rakyat Indonesia sudah tidak bisa dibohongi lagi, dan tak mau dibohongi lagi! Biar mereka dengar suara rakyat!" katanya dengan suara menggebu-gebu, namun dengan intonasi yang terukur dan konstan.

Mantan Danjen Kopassus itu pun lalu bertanya kepada ribuan pendukungnya yang memenuhi tiga jalur jalan di depan BPN, dan berada dalam kawalan ketat aparat kepolisian.

"Kalian percaya lembaga survei???!!!" tanyanya.

"Tidaaaak ...!!" jawab pendukungnya kompak.

"Hey, Tukang Bohong-Tukang Bohong! Rakyat tidak percaya sama kalian! Mungkin kalian harus pindah ke negara lain! Mungkin bisa pindah ke Antaratika! Lembaga survei bisa bohongi pinguin-pinguin di Antartika, karena rakyat tak mau dengar kamu lagi!" lanjut Prabowo.

Pendukungnya menyambut dengan riuh. Di antaranya ada yang berteriak "Setuju ....!"

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan relawannya yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan emak-emak yang perjuangannya dinilai sangat luar biasa.

Prabowo bahkan mengatakan kalau kemenangannya di Pilpres 2019 merupakan hasil Revolusi Emak-emak.

Meski demikian Prabowo mengatakan, walau dirinya telah memang sesuai fakta di lapangan, namun kepastian kemenangan ini masih harus menunggu hasil pengumuman dari perhitungan manual (real count) KPU. Karenanya, untuk menjaga kemenangan ini agar tidak dicurangi, ia meminta pendukungnya melakukan beberapa hal.

Pertama, menjaga formulir C1 dan C1 Plano yang berada dalam kotak suara di kecamatan.

"Karena sudah ada upaya untuk menghilangkan kital suara," katanya.

Kedua, mengawasi petugas yang melakukan rekapitulasi.

"Jangan sampai perhitungan mereka beda dengan yang di formulir C1," katanya.

Ketiga, jaga semangat untuk mengamankan suara rakyat agar jangan sampai dicurangi.

"Ketuk pintu langit dengan berdoa dan bermunajat agar perjuangan kita diridhoi Allah SWT dan negara kita menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil dan makmur," tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah lembaga survei, seperti Charta Politica, SMRC, Indo Barometer dan CSIS menyelenggarakan QC yang ditayangkan stasiun televisi. Hasil QC mereka semuanya mememangkan Jokowi-Ma'ruf dengan angka di 52-54% lebih.

Hasil ini diprotes BPN Prabowo-Sandi, karena hasil perhirungan di TPS-TPS yang tertuang pada formulir C1 dan C1 Plano, pasangan ini unggul di banyak daerah. Bahkan hasil perhitungan internal BPN, Prabowo-Sandivmenang dengan suara 62%.

Dugaan kebohongan lembaga survei itu telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (18/4/2019). (man)