Prabowo-Sandi Ajukan Kasasi ke MA

Sufmi Dasco Ahmad. (Foto; Int)

Jakarta,  Dekannews- Kubu pasangan nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo - Sandi kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Eks Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan, pengajuan kembali kasasi tersebut melanjutkan dari kasasi yang sempat tidak diterima oleh MA atau NO (Niet Ontvankelijk verklaard) lantaran adanya syarat formil yang belum dilengkapi.

"Itu (pengajuan kasasi), kan sebelum MK ada kasasi ke MA yang diajukan. Sebelum MK ya, lalu kemudian belum diterima karena ada syarat formil," kata Dasco, Rabu (10/7/2019).

Dasco mengakui, tanpa koordinasi dan pemberitahuan kepadanya, kuasa hukum yang menangani kasus tersebut, Nicholay Aprilindo,  kemudian mendaftarkan ulang kasasi tersebut. Hal itu lantaran berkas-berkas yang belum dilengkapi itu akhirnya baru sempat dilengkapi sekarang.

"Kemudian dengan memakai rencana yang sebelum MK itu mereka tanpa koordinasi lagi dan memberitahukan lalu mendaftarkan ulang itu yang terjadi dan itu yang saya cek kepada Pak Sandi kemarin," ujar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Saat dikonfirmasi, tim hukum Prabowo-Sandiaga, Nicholay Aprilindo, enggan menjawab secara gamblang terkait alasan pengajuan ulang kasasi tersebut. Ia mengatakan bahwa ia akan menjelaskan terkait hal itu dalam waktu dekat.

"Nanti dalam waktu dekat saya lakukan konferensi per. Saya jelaskan duduk persoalannya. Terima kasih," ujar Nicholay singkat dalam pesan elektronik, Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya, Nicholay membenarkan bahwa gugatan kubu BPN Prabowo-Sandi terkait sengketa pelanggaran administratif Pemilu terhadap Pelanggaran Administrasi Pemilu TSM pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 atas Putusan Bawasu RI No. 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tanggal 15 Mei 2019 tidak diterima atau NO oleh MA. Ia memang sempat mengatakan  bahwa kuasa hukum akan mengajukan kembali jika syarat formil yang diminta udah dilengkapi.

"Syarat-syarat formil itu akan kami lengkapi dan akan kami masukan lagi," ujar Nicholay pada 27 Juni 2019. (sumber: ROL