Politisi PKS Sebut Sudah Ingatkan Edhy Agar Tidak Buka Keran Ekspor Benih Lobster

Johan Rosihan. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Johan Rosihan, mengaku sudah mengingatkan pemerintah agar tidak serampangan dengan membuka kembali izin ekspor benih lobster atau benur.

Ekspor benih lobster sebelumnya dilarang oleh Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

"Kami sudah mengingatkan pemerintah agar tidak serampangan membuat keputusan membuka kembali izin ekspor benur lobster yang sebelumnya secara tegas telah dilarang," kata Johan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, praktik penjualan atau ekspor benih lobster, kepiting, dan rajungan berpotensi menimbulkan indikasi kerugian negara dan lebih menguntungkan negara lain, seperti Vietnam. Menurutnya, ekspor benur juga telah mengancam populasi lobster di Indonesia selama ini.

Johan bahkan mengaku menyarankan agar pemerintah menjadikan pembangunan berkelanjutan terhadap pengelolaan lobster sebagai prioritas, dan meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam membuka keran ekspor benur karena berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.

"Kita berharap (penangkapan Edhy ini) bisa menjadi pembelajaran dan evaluasi total dalam pengelolaan lobster supaya komoditas ini dikelola dengan tata niaga perikanan yang berorientasi pada pemberdayaan nelayan demi memperbaiki kesejahteraan nelayan," tutup Johan.

Seperti diketahui, Edhy ditangkap KPK pada Rabu (25/11/2020) dini hari di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Bante.

Bersama dia ditangkap 16 orang lainnya, termasuk di dalamnya istri Edhy yang juga merupakan anggota Komisi V DPR; Iis Rosita Dewi.

Edhy dan ke-16 orang itu ditangkap ketika baru saja mendarat setelah melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Politisi Partai Gerindra itu beserta  rombongan ke Negeri Paman Sam untuk penjajakan kerja sama budidaya udang dengan salah satu lembaga riset di Honolulu, Hawaii. Di negara itu, Eddy juga menandatangani kerja sama antara KKP dengan Oceanic Institute Of Hawaii Pasific University. (rhm)