Politisi Gerindra Ini Setuju Jakpro Bangun Hotel di TIM Asal Tidak 100 Persen Komersil

Prabowo Soenirman. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews-  Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mengatakan, dirinya mendukung pembangunan hotel di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat,  asalkan tidak 100 persen bersifat komersil.

"TIM itu pusat kesenian di Jakarta, maka sebaiknya revitalisasi yang sedang dikerjakan tidak keluar dari ruhnya itu," kata dia kepada dekannews.com di gedung Dewan, Jakarta Pusat, Jumat (6/12/2019).

Mantan Dirut PD Pasar Jaya dan mantan Dirut PD Dharma Jaya itu menambahkan, karena ruh TIM adalah di bidang kesenian, maka apa pun yang dibangun di situ hendaknya berorientasi pada kesenian. Termasuk ketika PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan membangun hotel itu.

Maka, lanjut Prabowo, solusi yang terbaik adalah jika Jakpro menjadikan hotel yang dibangunnya sebagai gedung yang memiliki dua fungsi, yakni fungsi untuk kesenian, termasuk untuk membina para seniman, dan fungsi komersil karena Jakpro tentunya membutuhkan pemasukan untuk biaya operasional dan maintenance-nya.

"Atau bisa juga Jakpro membangun dua gedung. Satu untuk wisma para seniman dan tempat berkesenian, dan satunya lagi hotel komersial," katanya.

Ketika disinggung soal usulan dana penyertaan modal daerah (PMD) untuk Jakpro yang telah dipangkas oleh Banggar DPRD, Prabowo mengatakan, Jakpro dapat membangun dengan menggandeng pihak ketiga atau swasta. 

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui Jakpro saat ini sedang merevitalisasi TIM. Dalam desain yang telah dibuat, di kawasan itu juga akan dibangun sebuah hotel. Pembangunan hotel ini kemudian menyulut pro kontra, bahkan berujung pada dipangkasnya usulan PMD untuk Jakpro dari Rp 3,106 triliun menjadi Rp 2,706 triliun oleh Banggar DPRD.

"Begini, kesepakatan dalam pembahasan KUA/PPAS sudah clear bahwa pembangunan hotel di tim ditiadakan, dibatalkan pembangunannya," kata Anggota DPRD dari PDIP, Gembong Warsono, saat dikonfirmasi wartawan pada 29 November 2019. (rhm)