Polisi Tangkap Pemilik Akun @podoradong

Akun @podoradong. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Polisi menangkap pemilik akun @podoradong, akun yang cuitannya kerap menunjukkan kebenaran dan memiliki follower hingga 130 ribu.  

Seperti dilansir detikcom, Kamis (15/10/2020), pemilik akun bernama Dedy Wahyudi (DW) itu ditangkap bersamaan waktunya dengan penangkapan 8 deklarator dan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). 

"Tersangka ke-6 yaitu DW, inisialnya DW. Dia sama juga memposting di akun-nya. Ada 4 akun, kemudian ada ribuan followernya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Salah satu postingan DW yang dijadikan alat bukti oleh polisi berbunyi 'bohong kalau urusan omnibus law bukan urusan Istana, tapi sebuah kesepakatan'.

Polisi menjerat Dedy dengan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat (2) UU ITE soal ujaran kebencian jo pasal 14 ayat (1) dan (2), serta pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana terkait membuat gaduh/keonaran dengan berita bohong atau hoax.

"Ancamannya 6 tahun (penjara)," jelas Argo.

Penangkapan Dedy ini sebenarnya telah diungkap Iyut VB, seorang aktivis buruh, melalui akun Twitter-nya, @kafiradikalis, pada Selasa (13/10/2020). 

"... A1,5 Akun Podoradong kemungkinan besar ditangkap di sekitar Jatim. Keluarganya sedang mencarinya," kata Iyut. 

"... Saya bilang A1,5 karena yang A1 adalah bahwa keluarganya sedang mencarinya. Sedangkan tambahan 0,5 karena adminnya ditangkap di Madura namun sampai sekarang belum tahu ditahan dimana, kemungkinan masih di Jatim. Ini maksud info A1,5," imbuh dia. 

Beberapa jam setelah kedua cuitan itu, atau pada pukul 16:23 WIB, Iyut meng-update informasinya. 

"... Info A1. Podoradong ditahan di Jakarta, 1 sel dengan Ruslanh Bhutonh...," katanya. 

Info Iyut dibenarkan @Ndon_isBack. 

"Yup... Inisial... DW," katanya. 

Salah satu cuitan @podoradong yang tak meleset di antaranya yang dicuitkan pada 16 September 2020. Begini isinya: 

"Seiring informasi yang dapat kami sampaikan, Dirjen PRL Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini dalam kondisi kritis karen korona, dan saat ini klaster perkantoran sert kementerian menjadi klaster yang dirahasiakan oleh menkosaurus. Mari selalu jaga kesehatan sobat". 

Lalu pada 28 September 2020 media mengabarkan kalau Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto akibat Covid-19.

Selama ini @podoradong memang dikenal sebagai akun Twitter yang tak hanya kerap memiliki info valid, tapi juga keras terhadap pemerintah. 

Cuitannya pada 10 Oktober 2020, hari sebelum dirinya ditangkap, antara lain dia mencuit begini;

"Kami juga tahu siapa yang sponsorin Anarko yang bakar pospol dan halte busway. Jangan pikir hanya pejaten yang bisa bermain lempar batu sembunyi tangan... Anj**". (rhm)