Polisi Pukul Mundur Mahasiswa dari Gedung DPR dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Mahasiswa kocar kacir menghindarai tembakan gas air mata polisi. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Aparat kepolisian memukul mundur ribuan mahasiswa dari depan gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, dengan tembakan gas air mata. 

Tercatat dua kali penembakan dilakukan. Pertama sekitar pukul 16:20 WIB dan kedua pada pukul 18:26 WIB. 

Unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai kampus tersebut, di antaranya Trisakti dan UI, berlangsung sejak pagi hari. Mereka demo untuk menyatakan menolak rancangan undang-undang (RUU) yang akan disahkan karena di dalamnya dinilai mengandung pasal-pasal yang kontroversial RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Minerba, dan RUU Ketenagakerjaan.

Mereka juga menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan menolak revisi UU KPK yang sudah disahkan menjadi UU. 

Menjelang pukul 16:20 WIB, polisi mengimbau mahasiswa agar bubar, namun mahasiswa tak peduli. Mereka bahkan dapat mendorong barikade polisi yang mencegah mereka untuk kembali mendekati gerbang DPR. Bahkan di antara mereka ada yang mencoba menaiki pintu gerbang DPR. 

Semprotan water dari water cannon pun tidak membuat mahasiswa mundur. Akhirnya, polisi menembakkan sejumlah gas air mata ke arah mahasiswa, sehingga mereka kocar-kacir,  berhamburan menjauhi gedung DPR/MPR. Mereka kabur ke arah Semanggi dan Slipi. 

Di antaranya mahasiswa itu ada yang lari ke Perumahan Danau Gelingggang, karena gerbang masuk area perumahan ini tepat di seberang gerbang utama Gedung DPR/MPR. Tepat di depan portal area perumahan tersebut, sejumlah warga berusaha mengarahkan mahasiswa yang mulai kelelahan untuk kabur. Terlebih lagi mata dan kerongkongan para mahasiswa sudah sakit lantaran terkena gas air mata.

"Ke arah kiri ke Slipi, kalau ke kanan ke Semanggi. Sebaiknya adik-adik mahasiswa ke arah Semanggi untuk evakuasi," saran salah seroang warga yang berdiri tepat di portal perumahan.

Di antara mahasiswa itu ada yang ingin kembali ke gedung DPR. Warga menyarankan agar para mahasiswa yang perempuan tak ikut kembali ke DPR. Bahkan saat magrib tiba, warga mengingatkan agar mahasiswa istirahat dan sholat dulu. 

"Ayo sholat dulu. Berdoa agar diberikan keselamatan," kata warga sembari menunjukkan lokasi masjid.

Sebagian mahasiswa kembali ke DPR, namun sebelum mereka mendekati pintu gerbang, polisi keluar dari area kompleks parlemen dan kembali menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa. 

Tak ayal, mahasiswa kembali melarikan diri ke tempat yang lebih jauh karena polisi terus bergerak ke arah mereka berlari sambil terus menembakkan gas air mata. Polisi lalu menduduki flyover RS Mulut dan Gigi Ladokgi dekat Jakarta Convention Center (JCC), dan Jalan Gerbang Pemuda mengarah ke TVRI  tempat wartawan berkumpul. 

Namun mahasiswa masih belum menyerah. Dari kejauhan, termasuk dari atas fly over Jalan Pemuda, mereka melempari polisi dengan batu dan benda-benda keras lainnya. 

Gas air mata yang ditembakkan polisi, yang jumlahnya lumayan banyak, terlihat terbawa hembusan angin yang cukup kencang ke arah Gedung DPR, membuat sudut-sudut di halaman gedung itu dipekati asap. Sejumlah pegawai, baik dari DPR maupun Gedung Manggala Wanabakti, memilih masuk ke dalam.

Data yang diperoleh menyebutkan, setidaknya ada empat mahasiswa yang tergeletak di halaman gedung DPR dimana di antara mereka ada yang pingsan dan mengalami sesak nafas karena terkena gas air mata. 

Pantauan terakhir, setelah mahasiswa dipukul mundur, polisi kembali menjaga ketat pintu gerbang DPR. (man)