Polda Tangkap Penggalang Dana untuk Demo Mahasiswa di DPR

Ananda Badudu. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Polda Metro Jaya menangkap Ananda Wardhana Badudu, pemilik kitabisa.com yang belakangan ini disorot berbagai kalangan karena tak hanya menggalang dana bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, namun juga menggalang dana untuk aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR.

Penangkapan aktivis yang juga masih berstatus mahasiswa ini diketahui melalui cuitan di akun Twitter-nya, @anandabadudu, Jumat (27/9/2019) pukul 04:34 WIB.

"Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana untuk mahasiswa," katanya melalui akun itu.

Dalam sebuah foto yang diposting di akun itu, Ananda terlihat memegang sebuah berkas berwarna kuning yang diduga merupakan surat panggilan dari Polda Metro Jaya untuk diperiksa hari ini, namun sayangnya tak ada penjelasan apa pun tentang hal tersebut.

Dari data yang dihimpun diketahui, Ananda menargetkan penggalangan dana untuk mahasiswa sebesar Rp50 juta, namun berdasarkan pantauan di websitenya pada Jumat (27/9/2019) pukul 06:10 WIB, angka itu sudah jauh terlampaui karena telah mencapai Rp175.696.688, sementara masyarakat yang ingin mendonasi masih diberi kesempatan hingga 25 hari ke depan.

Angka sebanyak itu berasal dari 2.129 donatur, dan hingga Selasa (24/9/2019) lalu dana yang sudah dipakai mencapai  Rp80,1 juta.

"Alokasi terbesar untuk makanan dan minuman sebesar Rp38 juta (800-an nasi bungkus, ribuan air kemasan, dll); Kedua terbesar adalah untuk ambulans. Di lokasi, sedikitnya ada 17 ambulans bersiaga, belum termasuk ambulans yang turun secara sukarela. Alokasi anggaran untuk alat kesehatan mencapai Rp33,8 juta. Dana tersisa akan dialokasikan bagi korban yang kini dirawat di Rumah Sakit,"jelas Ananda dalam website-nya itu.

Pengakuan Ananda kalau dirinya dijemput Polda, mengundang keprihatinan warganet.

"Stay safe, Mas," kata @LaodeHalaidin.

"Ambulan dan petugas kesehatan dituduh semena-mena. Mereka yang mentransfer dana untuk bantuan logistik dan kesehatan dijemput Polda. Semoga mereka yang semena-mena segera dijemput Tuhan," kutuk @dzikielasykar.

"@Dhandy_Laksono sudah ditangkap karena cuitan soal Papua, @anandabadudu dibawa ke Polda karena membantu demo mahasiswa; semoga @awkarim baik-baik saja. Demokrasi begitu mahal di negeri ini. Meski rezim mau penuhi tuntutan soal UU, jangan ada kompromi kalau ada kawan sendiri yang ditinggalkan," kata @seherrrinn. (rhm)