Polda Bebaskan Penggalang Dana Untuk Demo Mahasiswa di DPR

Ananda Badudu. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Polda Metro Jaya membebaskan Ananda Wardhana Badudu, pemilik kitabisa.com yang menggalang untuk aksi unjuk rasa mahasiswa di DPR.

Ananda keluar dari Polda Metro Jaya siang ini sekitar pukul 10.30 WIB.

"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan. Ada yang lebih butuh pertolongan dari saya," kata Ananda saat keluar dari Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019). 

Aktivis hak asasi manusia yang juga ini musisi ini ditangkap Jumat (27/9/2019) dini hari. Penangkapannya antara lain diketahui dari cuitan aktivis ini di akun Twitter pribasinya, @anandabadudu, pada pukul 04:34 WIB.

"Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana untuk mahasiswa," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono Ananda diperiksa sebagai saksi, tidak ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang bersangkutan dimintai keterangan sebagai saksi," katanya.

Ia menjelaskan, Ananda perlu dimintai keterangan terkait informasi transaksi atau transfer uang sebesar Rp10 juta, namun tidak menjelaskan kapan transfer dilakukan dan kepada siapa.

Argo menegaskan, pagi tadi kepolisian memang mendatangi rumah Ananda. Setelah dilakukan komunikasi, Ananda bersedia untuk diperiksa di Polda Metro Jaya, karena dijanjikan bahwa setelah diperiksa, akan dipulangkan.

"Didatangi petugas tadi pagi ke rumahnya, diajak komunikasi untuk dimintai keterangan, yang bersangkutan mau. Selesai dimintai keterangan,
nanti dipulangkan," ucap Argo.

Dari situs kitabisa.com yang dikelola Ananda diketahui kalau selain menggalang dana untuk masyarakat yang membutuhkan, Ananda juga menggalang dana untuk mahasiswa yang berdemo di DPR.

Dari situs itu terungkap kalau Ananda menargetkan penggalangan dana untuk mahasiswa sebesar Rp50 juta, namun hingga Jumat (27/9/2019) pukul 06:10 WIB, angka itu sudah jauh terlampaui karena telah mencapai Rp175.696.688, sementara masyarakat yang ingin mendonasi masih diberi kesempatan hingga 25 hari ke depan.

Angka sebanyak itu berasal dari 2.129 donatur, dan hingga Selasa (24/9/2019) lalu dana yang sudah dipakai mencapai  Rp80,1 juta.

"Alokasi terbesar untuk makanan dan minuman sebesar Rp38 juta (800-an nasi bungkus, ribuan air kemasan, dll); Kedua terbesar adalah untuk ambulans. Di lokasi, sedikitnya ada 17 ambulans bersiaga, belum termasuk ambulans yang turun secara sukarela. Alokasi anggaran untuk alat kesehatan mencapai Rp33,8 juta. Dana tersisa akan dialokasikan bagi korban yang kini dirawat di Rumah Sakit," jelas Ananda dalam website-nya itu.

Selain menangkap Ananda, beberapa jam sebelumnya, atau Kamis (26/9/2019) pukul 22:30 WIB Polda juga menangkap sutradara film dokumenter Sexy Killers, Dandhy Laksono,  terkait cuitannya di media sosial mengenai isu kekerasan di Papua.

Meski tidak ditahan, Dandhy telah ditetapkan sebagai tersangka.dengan jeratan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (rhm)