Pigai: Omnibus Law Bukti Pimpinan Negara Kaki Tangan Komprador Asing

Natalius Pigai. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai mengatakan, Omnibus Law tak hanya akan membunuh bangsa Indonesia, tapi juga membuktikan kalau pemerintahan Jokowi merupakan komprador asing. 

Hal ini dikatakan Pigai melalui akun Twitter-nya, Selasa (18/2/2020). 

"Ketika Amerika menegaskan kepentingan bangsanya (core of national interest), Inggris Brexit, China mengumandangkan bisa hidup meski diisolasi karena corona, Indonesia tergadai dg UU yang akan membunuh bangsanya. Ini UU yang memperjelas Pimpinan negara kaki tangan komprador asing," katanya. 

Komprador artinya anak bangsa yang rela dan tega menjual kepentingan bangsa dan rakyatnya demi kepentingan pribadi dan keluarganya.

Seperti diketahui, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin membuat Rancangan Undang-undang Gabungan atau Omnibus Law untuk menggantikan 72 UU yang terkait dengan perizinan usaha dengan tujuan untuk memancing investasi ke Tanah Air. 

Ada empat Omnibus Law yang diterbitkan, salah satunya Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). 

Meski baru diserahkan ke DPR pada 12 Februari 2020 lalu ke DPR dan belum dibahas, namun beleid baru yang masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional) DPR 2020 itu telah menuai penolakan dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan pekerja, karena RUU ini dinilai akan semakin menyengsarakan pekerja karena antara lain menghapus upah minimum,  menghapus pesangon, menghilangkan hak cuti haid, melahirkan dan lain-lain. 

MUI juga protes karena RUU Cilaka menghapus kewajiban makanan bersertifikat halal, dan tak hanya itu, RUU ini juga memperlihatkan bahwa setelah RUU disahkan, pemerintahan Jokowi dapat menjadi pemerintahan yang otoriter karena presiden bahkan dapat menghapus UU hanya dengan menggunakan peraturan pemerintah (PP). (rhm)