Peserta Reuni Mujahid 212 Diprediksi Mencapai Lebih dari 1 Juta Orang

Slamet Ma'arif. (Foto: Kompas)

Jakarta, Dekannews- Ketua Persaudaraan Alumni (PA)  212 Slamet Ma'arif memprediksi, Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019) akan dihadiri lebih dari satu juta orang.

Saat ini massa dari luar Jakarta yang ingin menghadiri acara tersebut sudah mulai bergerak menuju Jakarta. 

"(Diprediksi) kurang lebih satu jutaan," kata Slamet lewat pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (30/11/2019).

Soal persiapan, Slamet mengatakan sudah mencapai 90 persen. Selain telah mengantongi izin dari kepolisian, panggung dan sound system hari ini dipasang di area Monas.

Seperti diketahui, PA 212 bersama FPI, GNPF Ulama dan beberapa kelompok Islam berencana menggelar Reuni Mujahid 212 di Monas, Senin (2/12/2019). Ini reuni yang kedua kalinya sejak PA 212 berdiri pasca Aki Bela Islam pada 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan istilah Aksi 212. Aksi ini digelar untuk menekan aparat penegak hukum yang dinilai lamban dalam memproses kasus penistaan agama yang dilakukan gubernur DKI Jakarta kala itu; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Hasilnya, aksi yang diikuti 7,5 juta umat Islam itu membuat Ahok dipenjara selama dua tahun. 

Pada 2 Desember 2017, PA dan GNPF-Ulama menggelar reuni yang pertama.  Reuni kedua yang akan digelar Senin lusa merupakan reuni yang dipicu oleh kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden Soekarno. 

Ini dugaan kasus penistaan agama yang kedua yang dilakukan  adik ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu setelah sebelumnya Sukma dilaporkan karena membandingkan adzan dengan kidung dan cadar dengan tusuk konde. 

Pada kasus yang pertama, Sukma tidak diproses secara hukum hanya karena meminta maaf. 

Sebelumnya,  Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, jumlah massa yang akan hadir pada acara Reuni Mujahid 212 diperkirakan hanya sebanyak 10 ribu orang.

"Ya lebih kurang kalau kita informasikan sepuluh ribu orang (massa aksi reuni 212), pengamanan tidak ada yang spesial," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (30/11/2019). (man)