Pesawat Rusia Terbakar Saat Hard Landing, 41 Penumpang Tewas

Momen saat pesawat Aeroflot terbakar setelah mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo, Rusia. (Foto: Twitter)

Moskow, Dekannews- Sedikitnya 41 orang penumpang pesawat Aeroflot, maskapai penerbangan di Rusia, tewas setelah pesawat itu terbakar ketika melakukan pendaratan darurat di Bandara Sheremetyevo, Moskow, Rusia, Minggu (5/5/2019) waktu setempat.

Tayangan televisi menunjukkan, saat pesawat Sukhoi Superjet-100 itu mendarat, sebagian besar bagian belakang pesawat telah terbakar.

Video lain menunjukkan, setelah pesawat berhenti, para penumpang melompat dari depan pesawat ke seluncuran karet dan berjalan terhuyung-huyung melintasi landasan dan rumput bandara.

"Dari 41 korban tewas, dua di antaranya anak-anak," kata penyelidik Rusia kepada kantor berita Interfax seperti dikutip Al Jazeera, Senin (6/5/2019).

Menteri Kesehatan Moskow, Dmitry Matveyev, mengatakan, 11 penumpang terluka, dimana tiga di antaranya dirawat di rumah sakit, dan dalam kondisi kitis.

Dari pernyataan pihak Bandara Sheremetyevo diketahui kalau pesawat itu kembali ke bandara karena alasan teknis yang belum diketahui, dan terjadi hard landing saat pendaratan darurat, sehingga memicu kebakaran.

"Penyelidik segera akan menanyai korban, saksi mata, staf bandara, maskapai penerbangan, dan orang lain yang bertanggung jawab atas pengoperasian pesawat untuk mengetahui penyebab kejadian ini," kata juru bicara Komite Investigasi Svetlana Petrenko.

Pesawat yang terbakar itu diketahui akan terbang dari Moskow ke Kota Murmansk di utara Rusia, dan membawa 73 penumpang serta lima awak pesawat.

Penyelidik Rusia mengaku, mereka masih menyelidiki apakah pilot melanggar aturan keselamatan udara ataukah tidak.

"Ketika pesawat mulai terbang, sekitar tujuh menit setelah penerbangan dan ketinggian sekitar 10.000 kaki, pesawat mulai turun. Ini menunjukkan bahwa para pilot sadar ada sesuatu yang salah dengan pesawat itu, sehingga harus kembali ke bandara," kata Anil Padhra, seorang insinyur ruang angkasa, kepada Al Jazeera.

Mengutip sumber anonim, Interfax mengatakan pesawat itu mendarat dengan tangki bahan bakarnya penuh, karena setelah kehilangan kontak dengan pengendali lalu lintas udara, terlalu berbahaya untuk membuang tangki bahan bakarnya di atas Moskow.

"Pesawat itu mencoba pendaratan darurat. Yang pertama gagal, dan pada pendaratan yang kedua, pesawat mendarat dengan menghantam landasan," kata sumber itu.

Layanan pelacakan Flightradar24 menunjukkan pesawat berputar dua kali di atas Moskow sebelum melakukan pendaratan darurat setelah sekitar 45 menit berputar-putar di udara.

"Kami baru saja lepas landas dan pesawat terkena kilat ... Pendaratannya kasar, saya hampir pingsan karena ketakutan," kata salah satu penumpang selamat, Petr Egorov, kepada tabloid Komsomolskaya Pravda. (man)