Perolehan Kursi di DPRD DKI Naik Signifikan, Ini Kata PAN

Sugiyanto. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Wakil Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Sugiyanto, menilai, melonjaknya perolehan kursi partainya di DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019, merupakan buah dari konsistensi partainya dalam membela dan mendukung umat Islam.

"Dari awal PAN dengan dimotori Pak Amien Rais, konsisten membela Islam, membela umat, dan bahkan mantap mendukung pasangan Capres-Cawapres yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama. Jadi, wajar kalau perolehan suara PAN di Jakarta naik signifikan dan mempengaruhi perolehan kursi di DPRD," katanya di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Politisi yang akrab disapa SGY ini mengakui, imbas keberpihakan ini sangat besar, karena konstelasi politik Tanah Air yang membuat umat Islam seolah berada pada posisi berhadap-hadapan dengan pemerintah, akibat kebijakan pemerintah yang dinilai kurang ramah terhadap Islam, telah memicu terjadinya peralihan pilihan dari partai-partai pendukung pemerintah pada Pemilu 2014, kepada partai-partai pendukung oposisi di Pemilu 2019. Termasuk ke PAN.

Ini, katanya, dapat dilihat dari hasil rekapitulasi suara KPUD di enam wilayah di DKI yang telah terekspos ke publik, dimana perolehan kursi partai-partai pengusung Capres petahana Jokowi di DPRD DKI Jakarta anjlok, sementara perolehan kursi partai-partai pengusung Capres opisisi Prabowo Subianto, naik.

"Saya lihat crossing suara dari partai pengusung Capres petahana ke partai pengusung Capres oposisi pada Pemilu 2019 memang dahsyat, sehingga ada dua partai pengusung petahana yang perolehan kursinya di DPRD DKI anjlok parah, karena hanya mendapatkan satu kursi," katanya.

Meski demikian SGY mengatakan, dukungan PAN kepada umat Islam bukan semata-mata karena kepentingan politik, melainkan karena PAN paham benar masalah bangsa dan negara saat ini, dan sadar bagaimana harus bertindak.

"Lagipula Pak Amien Rais merupakan muslim yang taat, dan sejak Pemilu 2014 dia telah berada pada posisi berseberangan dengan Presiden Jokowi," imbuh SGY.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski rekapitulasi di Jakarta Timur belum tuntas, hasil rekapitulasi suara untuk DPRD DKI Jakarta telah tersebar ke publik karena rekapitulasi di wilayah lain di Jakarta, telah tuntas.

Dari data itu diketahui kalau dari 10 Dapil di Ibukota, PDIP meraih 25 kursi, Gerindra 19 kursi, PKS 16 kursi, Demokrat 10 kursi, PAN 9 kursi,  PSI 7 kursi, Nasdem 7 kursi, Golkar 6 kursi, PKB 5 kursi, dan PPP serta Hanura masing-masing 1 kursi.

Perolehan kursi PDIP meskipun yang terbanyak, namun anjlok karena pada Pemilu 2014 partai ini mendapat 28 kursi.

Penurunan perolehan kursi di DPRD DKI juga dialami  Hanura, PPP, Golkar dan PKB, karena pada Pemilu 2014 Hanura memperoleh 10 kursi, PPP 10 kursi, Golkar 9 Kursi dan PKB 6 kursi.

Dua partai lain yang juga mengusung Jokowi di Pilpres 2019, yakni Nasdem dan PSI, bernasib baik karena pada Pemilu 2014 Nasdem memperoleh 5 kursi.

Yang menakjubkan PSI, karena sebagai partai baru, partai ini mampu memperlihatkan keunggulan dibanding partai anyar lain seperti Perindo, Berkarya dan Garuda yang tidak mendapat satu pun kursi di DORD.  Meski demikian, di tingkat nasional partai ini gagal memenuhi parliamentary threshold sebesar 4%, sehingga gagal masuk DPR.

Di sisi lain, partai-partai pengusung Prabowo, kecuali Demokrat, mengalami penambahan kursi, karena pada Pemilu 2014 Gerindra mendapat 15 kursi, PKS 11 kursi dan PAN 2 kursi.

Demokrat stabil di 10 kursi.

Jika hingga KPUD Jaktim menyelesaikan rekapitulasi pada malam ini data tak berubah, kursi ketua DPRD DKI akan diduduki politisi PDIP,  namun empat wakil ketua DPRD akan dikuasai empat partai pengusung Prabowo, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. (man)