Perluasan Ganjil Genap Resmi Berlaku Hari Ini

Kendaraan roda empat melalui jalan ganjil genap. (Foto: Gridoto)

Jakarta, Dekannews- Mulai hari ini, Senin (9/9/2019), Pemprov DKI Jakarta resmi memberlakukan perluasan kawasan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem ganjil genap. 

Kebijakan ini resmi berlaku setelah melalui masa sosialisasi dan uji coba sejak 8 Agutsus 2019, menyusul terbitnya Instruksi Gubernur (Ingub)  Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem Ganji Genap.

Berdasarkan Pergub tersebut, jumlah jalur jalan yang diberlakukan ganjil genap bertambah menjadi 25, dan pelanggar sistem ini akan disanksi dengan penilangan. 

Ganjil genap berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Aturan ini tak berlaku pada hari Sabtu dan Minggu serta hari Libur Nasional.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pada 12 Agustus 2019 lalu mengatakan, kebijakan ganjil genap ini berimbas pada 28 ruas jalan di sekitar gerbang tol, karena gerbang jalan tol tersebut berada pada posisi sejajar dengan jalan yang diberlakukan ganjil genap.

"Untuk jalan tol, seluruhnya yang sejajar dengan simpang Cawang mulai MT Haryono sampai dengan simpang Tomang, Jalan DI Panjaitan sampai dengan Jalan Ahmad Yani atau simpang Cempaka Putih," katanya. 

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI, inilah ke-28 ruas jalan sekitar tol yang terkena ganjil genap:
1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang
2. Gerbang keluar Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso
3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2
4. Gerbang keluar Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama
5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1
6. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan
7. Gerbang keluar Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar
8. Gerbang keluar Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda
9. Gerbang keluar Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan
10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 2
11. Gerbang keluarGerbang keluarTol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran
12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet 
13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 2
14. Gerbang keluar Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II
15. Gerbang keluar Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika
16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang
17. Gerbang keluar Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang
18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas
19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati
20. Gerbang keluar Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat
21. Gerbang keluar Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya
22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara
23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun
24. Gerbang keluar Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya
25. Gerbang keluar Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan
26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas
27. Gerbang keluar Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan
28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

Dishub DKI menyarankan masyarakat agar menggunakan jalan-jalan alternatif untuk menyiasati pemberlakukan perluasan kawasan ganjil genap. 

Berikut jalan alternatif tersebut:

Dari arah Timur: Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman-dan seterusnya.

Dari arah Selatan: Jalan Warung Jati Barat-Jalan Pejaten Raya-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo -Jalan Saharjo- dan seterusnya.

Dari arah Timur: Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-dan seterusnya

Dari arah Utara: Jalan S Parman-Jalan Tomang Raya-Jalan Suryapranoto/Jalan Cideng dan seterusnya.

Kebijakan perluasan ganjil genap ini tidak berlaku bagi kendaraan roda dua seperti motor dan sepeda, angkutan khusus Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara yang terdiri dari Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah kendaraan pejabat negara. (man)