Peringatan Hari Perhubungan Nasional, Semua Pelabuhan Dibersihkan dari Sampah

Petugas memperlihatkan sampah yang diangkat dari laut. (Foto: eko/Dekan)

Jakarta, Dekannews- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhanan di seluruh Indonesia, Kamis (12/9/2019), secara serentak melakukan Gerakan Bersih-bersih Laut dan Pantai dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional tahun 2019.

Di Jakarta Utara,  gerakan ini dilakukan di Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke; Pelabuhan Sunda Kelapa; dan di Dermaga JICT II Tanjung Priok. 

Di Pelabuhan Kaliadem, Gerakan Bersih-bersih Laut dan Pantai dikoordinatori kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Klas IV Muara Angke dengan menerjunkan ratusan personel dari 14 instansi pemerintahan, delapan perusahan dan 10 pihak undangan lainnya. 

Sesuai pemberitahuan yang disebarkan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Klas IV Muara Angke, Gerakan Bersih-bersih Laut dan Pantai dimulai pukul 06:00 WIB. 

"Pembersihan dimulai dari tengah laut dengan mengerahkan kapal-kapal nelayan, hingga ke pantai," jelas Kasie Pengawas Kebersihan Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Ceffi Hanafi. 

Kasatpel LH Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,   Matsani, mengatakan, sampah yang dihasilkan dari aksi ini mencapai 1.179 kg sampah yang terdiri dari 750 kg sampah pelastik (non organik) dan 429 kg sampah kayu dan lain-lain (organik). 

"Semua akan dibuang ke TPST Bantargebang, Bekasi," katanya. 

Kabid Markas Kaliadem, Bambang Suprapto, mengatakan kalau banyaknya sampah di Pelabuhan Kaliadem selain karena bawaan dari aluran sungai yang berhulu di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, juga karena perilaku masyarakat yang tidak disiplin salam membuang sampah. 

"Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih rendah. Mereka masih suka buang sampah sembarang. Yang di kapal pun membuang sampahnya di laut," kata dia. 

Di Dermaga JICT II Tanjung Priok, Gerakan Bersih-bersih Laut dan Pantai dilaksanakan oleh PT Pelindo II dan Pemkot Jakarta Utara dengan mengerahkan 600 personel dari perwakilan institusi pemerintahan dan perwakilan TNI, Polri, operator dan stakeholder. 

Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh insan Perhubungan dengan mau berperan aktif menjaga lingkungan.

"Apa yang dilakukan saat ini tentunya untuk mewujudkan cita-cita Jakarta yang bebas daari sampah," katanya.

Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Amiruddin MM mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bakti nyata insan Perhubungan untuk bangsa Indonesia terhadap permasalahan sampah yang sudah menjadi permasalahan serius dan harus diperhatikan. Terlebih sampah pelastik yang keberadaannya sangat sulit diurai oleh bumi.

"Dengan kegiataan ini, semua pihak akan lebih peduli lagi pada lingkungannya, dengan mau ikut bekerjasama mulai dari hal terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya ataupun mulai mengurangi penggunaan wadah plastik dalam kehidupan sehari hari," katanya.

GM PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok, Suparjo,  menambahkan, pihaknya juga mendukung upaya Pemkot Jakarta Utara dalam upaya memerangi sampah.

"Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sebatas seremonial saja, tapi akan timbul kesadaran dari para pelaku bisnis dan masyarakat di pelabuhan dan lingkungan pelabuhan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan serta keindahan," pungkasnya. (Eko/rhm).