Perbaiki Hubungan AS-Saudi, Biden Berencana Lakukan Diplomasi Melalui Raja Salman Bin Abdulaziz

Joe Biden.[ist]

New York, Dekannews - Juru Bicara (Jubir) Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, Presiden Terpilih AS Joe Biden, berencana memulihkan hubungan AS dengan Arab Saudi serta melakukan diplomasi melalui Raja Salman bin Abdulaziz. 

Psaki menilai, dalam kebijakan AS dari kepempimpinan sebelumnya yakni Presiden Donald Trump, yang menantu dan penasihat seniornya Jared Kushner mempertahankan kontak tetap dengan putra mahkota akan disesuaikan kembali.

"Kami telah menjelaskan sejak awal bahwa kami akan menyesuaikan kembali hubungan kami dengan Arab Saudi," ucap Jubir Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.

Melansir Routers, Rabu (17/2/2021), Psaki menilai, komentarnya tentang putra mahkota kemungkinan akan dilihat sebagai penghinaan, Psaki bergerak untuk menjelaskan kontroversi lain di wilayah tersebut dengan mengatakan Biden akan segera melakukan percakapan telepon pertamanya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Meski begitu, wanita yang pernah menjabat Direktur Komunikasi di Gedung Putih era Barack Obama ini menilai, Putra mahkota, yang secara luas disebut sebagai MbS, dianggap oleh banyak orang sebagai pemimpin de facto Arab Saudi dan penerus takhta yang dipegang oleh Raja Salman yang berusia 85 tahun. Martabatnya terpukul setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 di tangan personel keamanan Saudi yang dianggap dekat dengan putra mahkota.

Gedung Putih yang di pimpin Biden telah menekan Arab Saudi untuk memperbaiki catatannya tentang hak asasi manusia, termasuk pembebasan tahanan politik seperti pembela hak perempuan dari penjara.

Psaki menuturkan, Adapun pertanyaan tentang apakah Biden akan berbicara dengan putra mahkota, akan kembali ke pertunangan "rekan untuk rekan".

“Rekan presiden adalah Raja Salman dan saya berharap pada waktu yang tepat dia akan berbicara dengannya.  Saya tidak memiliki prediksi tentang timeline untuk itu," ucapnya.

Psaki menambahkan, Arab Saudi memiliki kebutuhan pertahanan diri yang kritis dalam hal ini, Amerika Serikat akan bekerja sama.

“Bahkan saat kami memperjelas area di mana kami memiliki ketidaksepakatan dan di mana kami memiliki kekhawatiran.  Dan itu tentu saja merupakan pergeseran dari pemerintahan sebelumnya," tandasnnya. (can).