Penyaluran Bansos Covid-19 Diduga Tak Tepat Sasaran, Fajar Minta Syarief Hidayatullah Diperiksa

Syarief Hidayatullah. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews-  Forum Aktivis Jakarta (Fajar) meminta Syarief Hidayatullah, politisi Partai Perindo yang dipercaya Perumda Pasar Jaya untuk menyiapkan paket Sembako sebagai bantuan sosial (Bansos) bagi warga yang terdampak Covid-19, diperiksa. 

Pasalnya, penyaluran Bansos Covid-19 tersebut diduga mengandung unsur penyimpangan, sehingga penyalurannya kepada warga tidak maksimal dan tidak tepat sasaran.

"Kami sudah melakukan investigasi ke gudang-gudang (pengepakan Bansos) tersebut, dan saat ini sedang mengkaji Bansos yang telah disalurkan kepada warga melalui gudang-gudang itu," kata Fagih R, koordinator Fajar, kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (17/9/2020).

Ia menambahkan, dari hasil investigasi itu didapati fakta bahwa tak sedikit warga Jakarta yang seharusnya mendapatkan Bansos berupa paket bersisi Sembako tersebut, ternyata tidak mendapatkannya.

"Penyaluran Bansos tidak terealisasi dengan baik," tegasnya.

Diakui, sejak Indonesia, termasuk Jakarta, dilanda pandemi Covid-19 pada awal Maret 2020, kehidupan masyarakat miskin semakin susah. Begitupula kehidupan masyarakat menengah, karena Covid tak hanya menimbulkan masalah pada sektor kesehatan, tapi juga memukul sektor perekonomian, sehingga masyarakat kelas menengah pun menjerit karena berpotensi menjadi miskin.

"Kasihan mereka. Apalagi karena hingga kini belum pasti kapan pandemi dapat diatasi, bahkan Pemprov DKI terpaksa menghentikan PSBB masa transisi karena jumlah orang yang terpapar Covid bukannya menurun malah terus bertambah, sehingga DKI kembali memberlakukan PSBB yang lebih ketat," imbuhnya.

Ia meyakini, dengan kondisi yang seperti ini, jumlah warga miskin di Jakarta dipastikan akan bertambah, karena tidak beroperasinya perusahaan-perusahaan yang bergerak di luar 11 sektor yang tetap diizinkan beroperasi,  akan memperbanyak jumlah pekerja yang  di-PHK, sehingga jumlah pengangguran pun meningkat.

"Pada prinsipnya kami dan teman-teman aktivis mahasiswa lainnya mendukung segala upaya yang dilakukan Pemprov DKI dalam memerangi virus, dan kami pun mengapresiasi adanya bantuan kepada warga, namun kalau penyaluran bantuan itu bermasalah dan tepat sasaran, maka kami bersuara," tegasnya.

Atas dasar ini, Fagih menjelaskan kalau pihaknya akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya karena akan melakukan aksi unjuk rasa di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (21/9/2020).

"Kami akan mengerahkan massa sebanyak 200 orang,  dan menyampaikan empat tuntutan," jelas Fagih.

Inilah keempat tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi  tersebut:
1. Bansos Covid-19 yang dibagikan Pemprov DKI tidak tepat sasaran
2. Diduga dana Bansos Covid-19 digunakan untuk keperluan pribadi seperti membeli mobil Lexus
3. Periksa Syarief Hidayatullah
4. Boikot gudang pengepakan Bansos Covid-19 yang dinahkodai Syarief Hidayatullah

Saat dikonfirmasi,  Syarief mengatakan kalau tuntutan Fajar tidak benar.

"Pertama, saya tidak dapat fasilitas apa-apa dari Pemda DKI Jakarta. Gudang itu milik sendiri/sewa sendiri, bayar sendiri, tidak ada kaitannya dengan Pemda. Jadi, itu salah sasaran," katanya melalui pesan WhatsApp.

Caleg Perindo pada Pileg 2019 ini juga mengatakan kalau ia tidak punya mobil Lexus, karena katanya, yang ia punya Mobil Fortuner tahun 2018.

"Pekerjaan kami di gudang hanya packing. Siapapun yang punya SDM bisa masuk. Saya ambil proyek Kemensos dan Pasar Jaya," imbuhnya.

Syarief menegaskan bahwa jika Fajar akan melakukan aksi demo, hal itu sah-sah saja karena dilindungi undang-undang, namun ia menegaskan tidak mendapatkan bantuan apa-apa dari Pemprov DKI, dan modal sendiri.

"Saya sebelum Anies jadi gubernur pun sudah punya semua,  alhamdulilah, karena saya sudah hampir 20 tahun berbisnis properti dan kontraktor. Saya bukan tim Covid 19, gak tahu dana itu," katanya lagi.

Syarief menegaskan, tuntutan Fajar itu bisa menjadi pencemaran nama baik bagi dirinya.

Untuk diketahui, untuk meringankan warganya yang terdampak Covid-19, Pemprov DKI menggelontorkan bantuan berupa paket sembako yang antara lain terdiri dari beras, ikan kalengan, minyak goreng, tepung terigu dan biskuit.

Sejak April hingga Agustus 2020, bantuan tersebut telah lima kali disalurkan.

Setelah Gubernur Anies Baswedan mencabut PSBB masa transisi, dan menerapkan PSBB jilid II pada Senin (14/9/2020), bantuan akan kembali digelontorkan.

Warga penerima Bansos mencapai 2,46 juta keluarga miskin, dan Bansos akan digelontorkan hingga Desember 2020. Dananya bersumber dari. APBD dan APBN

Bantuan berupa paket sembako ini dipak di dua lokasi, yakni di gudang Jakgrosir milik Perumda Pasar Jaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dan di gudang milik PT JIEP di Pulogadung, Jakarta Timur.

Syarief menyiapkan paket untuk Bansos Covid-19 di gudang milik PT JIEP. (rhm)